Benarkah Menyemprotkan Parfum ke Leher Bisa Menyebabkan Kanker? Ini Penjelasan Pakar IPB

CampusNet – Banyak orang terbiasa menyemprotkan parfum di area leher agar aromanya lebih tahan lama. Namun, baru-baru ini muncul kekhawatiran bahwa kebiasaan tersebut bisa meningkatkan risiko kanker tiroid. Lantas, apakah klaim ini benar secara ilmiah? Untuk menjawabnya, pakar dari IPB University telah memberikan penjelasannya.

Dilansir dari laman IPB University, Menurut Dr. Agil Wahyu Wicaksono, MBiomed, ahli kanker multiomik dari IPB University, ada hubungan antara penggunaan parfum serta gangguan kelenjar tiroid, tetapi hubungan langsung dengan kanker tiroid masih bersifat teoritis dan belum terbukti secara ilmiah. Artinya, potensi terkait kanker belum dikonfirmasi dalam studi epidemiologi yang kuat.

Bahan Parfum dan Potensi Gangguan Sistem Hormonal

Parfum umumnya mengandung bahan kimia seperti ftalat, paraben, dan triklosan. Beberapa penelitian menunjukkan bahan-bahan ini dapat bertindak sebagai endocrine disruptor atau pengganggu hormon — yaitu zat yang berpotensi memengaruhi fungsi hormon dalam tubuh.

Dr. Agil menjelaskan bahwa triclosan dan sejumlah paraben dapat memengaruhi fungsi hormon tiroid dalam kondisi tertentu. Karena kulit leher termasuk area yang tipis dan dekat dengan kelenjar tiroid, paparan berulang bahan kimia ini secara teoritis berpotensi memberikan efek lokal ataupun sistemik setelah diserap kulit.

Namun, pakar juga menegaskan bahwa efek negatif seperti gangguan hormonal ini tidak terjadi secara instan. Kebiasaan penggunaan parfum yang wajar oleh kebanyakan orang tidak serta-merta menjamin seseorang akan mengalami gangguan kesehatan. Risiko lebih tinggi ditemui pada penggunaan yang berlebihan dan berlangsung bertahun-tahun, terutama pada kelompok sensitif seperti wanita hamil, remaja, atau individu dengan gangguan hormonal yang sudah ada sebelumnya.

Tips Menggunakan Parfum Secara Bijak

Untuk meminimalisir risiko potensial dari penggunaan parfum dalam jangka panjang, Dr. Agil menyarankan beberapa langkah praktis:

  1. Semprotkan parfum pada pakaian, bukan langsung ke kulit, untuk mengurangi paparan bahan kimia pada kulit.
  2. Hindari penggunaan berlebihan terutama di area leher atau ketiak yang cenderung tipis dan sensitif.
  3. Gunakan parfum secukupnya dan sesuaikan dengan kebutuhan.
  4. Pertimbangkan produk parfum yang bebas ftalat atau paraben, terutama jika memiliki kulit sensitif atau riwayat gangguan hormonal.

Risiko Belum Terbukti Langsung

Sampai saat ini, hubungan antara menyemprotkan parfum di leher dengan kanker tiroid belum terbukti secara langsung secara ilmiah. Yang ada hanyalah hipotesis berdasarkan bahan-bahan kimia tertentu yang bisa memengaruhi sistem hormonal jika dipaparkan secara terus-menerus dalam jangka panjang.

Dengan memahami fakta tersebut, masyarakat diharapkan bisa menggunakan parfum secara bijak tanpa panik, sambil tetap memperhatikan gaya hidup sehat secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok