Bagaimana jadinya jika ruang kelas sekolah dasar di Indonesia kedatangan guru dari berbagai belahan dunia? Bukan sekadar kelas bahasa biasa, momen ini menjadi ruang ajaib di mana belajar, budaya, dan pengalaman internasional melebur menjadi satu.
Langkah inspiratif inilah yang sedang dipersiapkan oleh departemen Incoming Global Volunteer (iGV) AIESEC in UPNVJ. Melalui proyek edukasi internasional bertajuk Happy Bus, mereka menyasar siswa-siswi sekolah dasar di Indonesia untuk diperkenalkan pada perspektif global dan indahnya toleransi sejak usia dini.
Mengenal Happy Bus dan Kontribusinya pada SDGs
Di era globalisasi, memahami keberagaman budaya bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Proyek Happy Bus dirancang khusus sebagai metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan untuk siswa SD. Melalui kehadiran para relawan internasional, anak-anak akan diajak belajar mengenai nilai keberlanjutan, komunikasi global, serta toleransi secara langsung.
Program ini merupakan bentuk kontribusi nyata AIESEC in UPNVJ terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Target 4.7 yang berfokus pada pendidikan berkualitas dan pembangunan kesadaran global sejak dini.
Kolaborasi Lokal Bersama SDN Gandaria Utara 03 Jakarta
Persiapan di tingkat lokal pun dilakukan dengan sangat matang. AIESEC in UPNVJ telah resmi menggandeng SDN Gandaria Utara 03 Jakarta sebagai sekolah mitra dalam pelaksanaan proyek ini.
Tim panitia aktif berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menyusun konsep pembelajaran yang matang, menyelaraskan kurikulum edukasi, hingga merancang aktivitas kreatif yang seru agar materi mudah dipahami oleh anak-anak.
Fase Attraction: Berburu Relawan Berkualitas dari Berbagai Negara
Saat ini, proyek Happy Bus tengah berada dalam fase attraction atau tahap pencarian dan rekrutmen relawan. Guna memperluas jangkauan, tim iGV gencar mengadakan International Relations Call dengan berbagai entitas AIESEC di seluruh dunia, mulai dari Hyderabad, FJU, Wat Phnom, Suzhou, USYD, hingga CUHK.
Antusiasme dari mahasiswa mancanegara pun tergolong sangat tinggi. Salah satu pendaftar (applicant) asal Tiongkok, Lo Wing, mengungkapkan ketertarikannya pada konsep unik yang diusung program ini.
“Konsep dari proyek Happy Bus sangat unik dan relevan dengan isu pendidikan global saat ini. Saya sangat senang berkomunikasi dengan anak-anak dan percaya bisa berkontribusi positif lewat pengajaran serta pertukaran budaya,” kata Lo Wing.
Seleksi Ketat Demi Kualitas Terbaik
Untuk memastikan kualitas pengajaran tetap terjaga, tim Quality Control AIESEC in UPNVJ menerapkan proses seleksi yang ketat. Setiap calon relawan wajib melewati sesi interview mendalam untuk menguji tingkat pemahaman lintas budaya, motivasi sosial, kemampuan komunikasi, hingga kesiapan mereka dalam mendampingi anak-anak sekolah dasar secara langsung.
Melalui sinergi antara relawan internasional, sekolah lokal, dan anak muda Indonesia, Happy Bus diharapkan mampu membuka cakrawala baru bagi generasi penerus bangsa. Ingin tahu lebih banyak atau tertarik untuk berkolaborasi dengan program-program kepemudaan AIESEC in UPNVJ? Anda dapat menghubungi Gavra Rajendra selaku Public Relations Manager melalui nomor WhatsApp +62 831-9800-2290.

