CampusNet – Tim mahasiswa Fakultas Teknologi Elektro dan Komputer (FTEK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) berhasil menghadirkan inovasi teknologi bernama PhysioTrack, sebuah smart assistance berbasis digital yang membantu pasien pasca-stroke melakukan terapi fisik dari rumah secara mandiri dan terukur.
PhysioTrack dikembangkan untuk menjawab tantangan banyak pasien stroke yang sulit mengakses layanan fisioterapi rutin karena keterbatasan biaya, waktu, atau lokasi layanan kesehatan. Dengan memanfaatkan sensor dan pemantauan digital, alat ini menciptakan sistem terapi di rumah yang lebih efektif serta fleksibel, sesuai kebutuhan pasien.
Mengapa PhysioTrack Penting untuk Pasien Pasca-Stroke?
Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan jangka panjang di Indonesia. Setelah fase akut, pasien pasca-stroke biasanya membutuhkan terapi fisik berkelanjutan untuk memulihkan fungsi motorik dan mobilitas tubuhnya. Namun, akses terapi sering terbatas akibat biaya tinggi maupun jarak ke fasilitas kesehatan. Inovasi seperti PhysioTrack dirancang untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut.
Dengan alat ini, pasien dapat melakukan latihan terapi di rumah dan tetap dipantau oleh tenaga kesehatan menggunakan data digital yang dikirim melalui aplikasi. Hal ini membantu menjaga konsistensi terapi dan mempercepat proses pemulihan.
Fitur Unggulan PhysioTrack
PhysioTrack dirancang dengan sejumlah fitur yang mendukung kebutuhan pasien pasca-stroke di rumah, antara lain:
- Monitoring Gerakan Fisik: Sensor yang dapat merekam dan mengevaluasi gerakan pasien saat melakukan latihan terapi.
- Panduan Terapi Interaktif: Aplikasi yang memberikan instruksi latihan serta feedback real-time kepada pengguna.
- Pemantauan Jarak Jauh oleh Fisioterapis: Data latihan pasien dapat dikirim kepada tenaga medis untuk evaluasi dan arahan lanjutan.
- Laporan Hasil Latihan: Sistem mencatat progres pasien sehingga terapi dapat diadaptasi sesuai kebutuhan.
Fitur-fitur ini memungkinkan pasien tetap mendapatkan terapi yang terstandarisasi dan terdokumentasi, meski berada di luar fasilitas kesehatan.
Proses Pengembangan dan Tim Inovator
PhysioTrack dikembangkan oleh tim mahasiswa dari FTEK UKSW yang memadukan keahlian di bidang elektro, komputer, serta pemrograman sistem cerdas. Mereka melakukan riset mendalam serta konsultasi dengan tenaga kesehatan untuk merancang alat yang sesuai kebutuhan pasien di lapangan.
Kolaborasi multidisiplin ini menunjukkan sinergi antara teknologi digital dan kebutuhan kesehatan masyarakat, sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi dalam menciptakan solusi praktis untuk persoalan kesehatan yang berdampak sosial luas.
Potensi Manfaat bagi Masyarakat
PhysioTrack berpotensi memberikan manfaat signifikan bagi pasien pasca-stroke dan keluarga mereka, antara lain:
- Meningkatkan akses terapi fisik tanpa harus selalu datang ke fasilitas kesehatan.
- Mengurangi biaya terapi jangka panjang yang biasanya membebani pasien.
- Memberikan data progres terapi yang akurat kepada tenaga medis untuk evaluasi lebih baik.
- Mendorong kemandirian pasien dalam melakukan latihan sesuai kebutuhan harian.
Inovasi seperti PhysioTrack menunjukkan bagaimana teknologi dapat diintegrasikan ke dalam solusi kesehatan yang aplikatif, sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan startup teknologi kesehatan (health tech) di Indonesia.


