Mahasiswa ITB Ubah Minyak Jelantah Jadi Cat Rumah: Loh Kok Bisa?

CampusNet – Bukan mahasiswa ITB namanya kalu tidak menemukan inovasi yang unik dan solutif bagi kehidupan. Karena pasalnya, mahasiswa ITB telah memenangkan lomba BTN Housingpreuner dengan inovasi cat minyak jelantah. Di mana inovasi ini mengubah limbah minyak goreng rumah tangga menjadi cat rumah yang layak pakai dan layak jual.

Roihan, Fadhlan, dan Rashif mengemukakan ide 2 buah keresahan, yakni permasalahan pengolahan limbah dan kebutuhan material bangunan ramah lingkungan. Mahasiswa dari prodi teknik material, arsitektur, dan teknik kimia ini menganggap perlu adanya solusi dari kedua isu ini dengan produk nyata yang bermanfaat langsung. Isu pencemaran lingkungan dari bahan bangunan dan material yang sering jadi isu pencemaran (minyak) menjadi sebuah acuan mereka mendorong inovasi ini.

Sehingga, berangkat dari dua permasalahan ini, ketiga mahasiswa tersebut mengemukakan inovasi yang bernama Jalanpaint

Jalanpaint: Cat Rumah dari Minyak Jelantah

Menggunakan tagline “Cat Masa Depan dari Bahan Masa Lalu” ini mengusung tema bahan bangunan ramah lingkungan dari limbah minyak. Melansir dari itb.ac.id, tiga mahasiswa ITB ini telah melakukan riset terkait karakteristik dari minyak jelantah. Mereka melihat adanya potensi pengolahan sebagai bahan turunan dalam industri cat hunian.

Berdasarkan potensi ini, mereka memadukan keilmuwan yang mereka pelajari masing-masing dari prodi mereka untuk menghasilkan inovasi nyata. Perspektif material, arsitektur dalam pengaplikasian pada bangunan, dan formulasi proses pengolahan kimiawi menjadi kesatuan dalam menghadirkan inovasi ini. Pertimbangan-pertimbangan ini yang memberikan mereka jawaban dalam permasalahan lingkungan. Walau mereka akui butuh waktu lama untuk menemukan formula yang tepat baik dari segi teknis, maupun dari segi bisnis.

Arah Jalanpaint: Gas Jalan atau Jalan di Tempat?

Inovasi ini tentu telah menjawab permasalahan dalam masyarakat. Baik dalam pengolahan limbah, mapun bahan material ramah lingkungan. Namun, apakah inovasi ini bisa berlanjut hingga menjadi produk yang bisa berada di pasar?

Permasalahan ini tentunya kembali terletak pada pelaku industri apakah ingin melanjutkan inovasi ini atau tidak. Dari para pelaku industri, tentunya mereka memikirkan terkait budget dan potensi penjualan dari produk ini. Namun, meski sudah melalui berbagai riset, inovasi ini bisa saja tetap berhenti menjadi sebuah inovasi saja, tanpa produk massal masyarakat.

Adanya BTN Housingpreuner ini tentu menjadi sebuah cara memerkenalkan ide-ide cemerlang mahasiswa dalam mengatasi permasalahan. Pada akhirnya, event seperti ini harus mendapatkan perhatian lebih dari para pelaku manufaktur, pemangku kebijakan, bahkan masyarakat. Karena pada akhirnya, inovasi yang baik dan solutif dalam mengatasi isu dalam masyarakat harus mendapat dukungan penuh. Sejak dari riset, bahkan sampai berada di tangan masyarakat.

Baca juga: Mahasiswa ITB Kembangkan Inovasi Biopestisida: Lebih Aman dan Lebih Efektif!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok