CampusNet – Tiga mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan inovasi teknologi penangkap karbon yang berpotensi mendukung industri kereta api nasional menuju sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Inovasi ini dirancang untuk mengurangi emisi karbon di sektor transportasi, khususnya pada industri perkeretaapian yang masih menghasilkan emisi dari penggunaan bahan bakar fosil. Teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi dalam upaya dekarbonisasi industri transportasi di Indonesia.
Mengurangi Emisi Karbon dari Industri Transportasi
Pengembangan teknologi penangkap karbon menjadi salah satu langkah penting untuk menekan emisi gas rumah kaca. Teknologi ini bekerja dengan menangkap karbon dioksida (CO₂) yang dihasilkan dari aktivitas industri sebelum dilepaskan ke atmosfer.
Dalam konsep yang dikembangkan mahasiswa ITB, sistem penangkapan karbon dirancang agar dapat diintegrasikan dengan infrastruktur transportasi kereta api nasional. Dengan demikian, emisi karbon yang dihasilkan dari operasional transportasi dapat diminimalkan secara signifikan.
Pendekatan ini sejalan dengan berbagai upaya global untuk mencapai target net zero emission dan mengurangi dampak perubahan iklim melalui teknologi penangkapan dan pemanfaatan karbon.
Konsep Teknologi Penangkap Karbon
Teknologi penangkap karbon atau Carbon Capture merupakan metode yang digunakan untuk menangkap emisi karbon dioksida dari proses industri sebelum gas tersebut dilepaskan ke udara.
Setelah ditangkap, karbon dapat:
- Disimpan secara permanen di bawah tanah (Carbon Storage)
- Dimanfaatkan kembali untuk berbagai kebutuhan industri (Carbon Utilization)
Teknologi ini dikenal sebagai bagian dari sistem Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) yang semakin banyak dikembangkan untuk mendukung industri rendah karbon.
Mendukung Industri Kereta Api Berkelanjutan
Inovasi yang digagas mahasiswa ITB tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan industri kereta api nasional yang lebih berkelanjutan.
Transportasi kereta api memang dikenal sebagai moda transportasi yang relatif efisien, tetapi tetap menghasilkan emisi karbon dari sumber energi yang digunakan. Dengan adanya teknologi penangkap karbon, industri ini berpotensi menekan emisi sekaligus meningkatkan efisiensi lingkungan.
Selain itu, pengembangan teknologi seperti ini juga membuka peluang kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah dalam menciptakan solusi transportasi berkelanjutan di Indonesia.
Peran Mahasiswa dalam Inovasi Teknologi Hijau
Inovasi yang dikembangkan mahasiswa ITB menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan solusi teknologi untuk menjawab tantangan lingkungan.
Melalui penelitian dan gagasan inovatif, mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan, termasuk dalam bidang energi bersih dan transportasi berkelanjutan.
Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung transformasi industri nasional menuju sistem yang lebih efisien, rendah karbon, dan berkelanjutan di masa depan.


