Mirip Spongebob, Mahasiswa UMM Ubah Minyak Jelantah jadi Sabun!

CampusNet – Masih ingatkah teman-teman dengan salah satu scene Spongebob di mana dia mengubah minyak jadi sabun? Nah, nampaknya hal itu bukan imajinasi lagi. Karena pada pasalnya, mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah menemukan mesin mengubah minyak bekas menjadi sabun.

Aulia Chandra Subrolarang, mahasiswa Teknik Industri angkatan 2023 berhasil menemukan mesin bernama Re-oil to Soap Refiner Machine. Alat untuk mengubah minyak jelantah (Minyak bekas) menjadi sabun siap pakai dengan bantuan dari 10 temannya.

Alat ini berfungsi sebagai filtrasi untuk memisahkan kotoran padat. Selanjutnya, minyak dipanaskan agar lebih encer dan bisa dicampur dengan bahan pendukung lainnya. Setelah itu. mesin akan melakukan mixing otomatis. Sehingga bisa menghasilkan adonan sabun yang siap cetak dan sudah mengalami pendinginan.

Alasan Terciptanya Mesin Perubah Sabun Minyak Jelantah

Melansir dari Klikmu.co, ide ini berasal dari keresahan mahasiswa terhadap banyaknya limbah minyak goreng rumah tangga. Menurutnya, banyak sisa-sisa minyak rumah tangga yang sudah tak terpakai terbuang sia-sia dan tak terolah. Tidak hanya terbuang sia-sia, namun juga limbah ini berpotensi untuk merusak lingkungan. Sehingga, mahasiswa berinisiasi untuk membuat sesuatu yang bisa mengurangi limbah ini. Serta, memanfaatkannya menjadi sesuatu yang berguna.

Dengan adanya penemuan ini, nantinya mahasiswa berharap rumah tangga bisa memanfaatkan mesin ini untuk mengurangi limbah. Tidak hanya itu, tetapi juga memanfaatkan limbah minyak bekas menjadi barang yang siap guna. Konsep yang sesuai dengan tujuan dari mahasiswa UMM yang ingin mengedepankan pada ekonomi sirkular. Yang mana mampu mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

Langkah Selanjutnya

Para mahasiswa UMM mengaku mesin ini masihlah pada tahap prototipe. Yang mana masih terbatas pada kapasitas 1,5 liter. Sehingga, mesin belum bisa memproduksi sabun dalam jumlah besar, hanya terbatas pada kebutuhan rumah tangga. Mereka berharap, mesin ini mampu menampung atau memroses pada kapasitas 5 liter ke depannya. Serta, sistem mixing yang bisa lebih efisien.

Dari sisi external, tentunya inovasi ini perlu dukungan dari berbagai pihak, tidak hanya dari kampus, tapi dari pemerintah, bahkan industri yang berkaitan. Apabila penemuan ini memang menemui standar dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, tentunya inovasi ini bisa terus mengalami perkembangan yang lebih berarti. Bahkan, jika hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, tentunya ini memerlukan banyak pihak agar bisa menyelesaikan permasalahan limbah minyak rumah tangga.

Baca juga: Mahasiswa UNEJ Cetuskan Laboratorium Serangga Berbasis AI!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok