CampusNet – Pemanfaatan limbah organik menjadi produk berdaya guna tinggi kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Indonesia di kancah internasional. Dua mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ariz Fantrio Larosa dan Muh Radjabani Umara Qalbian, berhasil mengolah limbah bulu ayam dan cangkang telur menjadi inovasi material bangunan berupa panel dinding kedap suara.
Produk inovatif bernama “Kercal” ini sukses mengharumkan nama bangsa setelah mengantarkan tim UMS meraih medali perak pada ajang kompetisi ilmiah internasional yang berlangsung di China. Karya ini menarik perhatian para juri internasional karena menggabungkan konsep arsitektur hijau, pengelolaan sampah, serta pemanfaatan sifat fisik material organik secara ilmiah.
Mekanisme Kerja Panel Akustik “Kercal”
Pengembangan panel dinding kedap suara Kercal didasari oleh kebutuhan akan material konstruksi yang ramah lingkungan dan terjangkau. Ariz dan Radjabani memanfaatkan struktur unik dari dua jenis limbah organik yang sangat melimpah di masyarakat:
- Serat Bulu Ayam: Memiliki jaringan serat halus yang mampu menahan dan meredam gelombang suara melalui rongga udara internal.
- Kalsium Cangkang Telur: Memberikan kekuatan struktur serta meningkatkan karakteristik penyerapan bunyi pada komposisi panel.
Selain pemilihan bahan dasarnya, rancangan fisik Kercal dibuat dengan permukaan bergelombang khusus. Desain geometris ini berfungsi untuk memaksimalkan proses difusi dan penyebaran gelombang suara, sehingga efektif mengurangi gema maupun kebisingan dalam ruangan.
Pengujian Ilmiah hingga Prestasi Tingkat Dunia
Sebelum dibawa ke ajang kompetisi di China, material panel Kercal telah melalui serangkaian tahap pengujian laboratorium untuk mengukur efektivitas peredaman suara dan daya tahan fisiknya. Tim juga telah mendaftarkan karya ini guna mendapatkan pelindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Kerja keras tim UMS menyusun materi presentasi, poster, hingga video demonstrasi berbuah manis. Selain berhasil menyabet medali perak, karya mereka juga mendapatkan penghargaan khusus (special award) dari Dr. Nguyen Hoang Giang, perwakilan organisasi riset RIVA Vietnam, sebagai bentuk apresiasi atas tingginya nilai kebaruan dan keberlanjutan dari inovasi tersebut.
Potensi Penerapan dalam Industri Konstruksi Hijau
Kehadiran inovasi Kercal diharapkan tidak berhenti sebatas pencapaian di panggung kompetisi. Ke depannya, material ini diproyeksikan dapat terus dikembangkan agar siap masuk ke tahap komersialisasi dan diterapkan secara luas dalam industri bangunan masa depan.
Dengan memanfaatkan limbah ternak yang belum terolah secara optimal, material kedap suara berbasis bulu ayam dan cangkang telur ini menawarkan alternatif solusi panel akustik yang murah, efektif, serta mendukung prinsip keberlanjutan lingkungan di bidang arsitektur.

