Prestasi membanggakan kembali diraih oleh civitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Sebanyak enam akademisi yang terafiliasi dengan ITS berhasil menembus daftar World’s Top 2% Scientists 2026 yang dirilis oleh Stanford University bersama penerbit ilmiah internasional Elsevier.
Pemeringkatan bergengsi ini memperhitungkan dampak sitasi publikasi ilmiah serta rekam jejak riset para peneliti di tingkat global. Kehadiran para akademisi ITS dalam jajaran top ilmuwan dunia mencakup berbagai bidang krusial, mulai dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), pengolahan citra, hingga ilmu kimia dan teknik kimia.
Daftar Peneliti ITS dalam World’s Top 2% Scientists 2026
Terdapat lima profesor dengan afiliasi utama ITS serta satu adjunct professor yang sukses tercatat dalam pemeringkatan ini. Berikut adalah daftar akademisi beserta departemen keilmuannya:
- Prof. Drs. Ec. Ir. Riyanarto Sarno, M.Sc., Ph.D. (Departemen Teknik Informatika)Pakar dibidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan pengolahan citra (image processing). Beliau mencatatkan ratusan sitasi ilmiah sepanjang karier penelitiannya.
- Prof. Tohari Ahmad, S.Kom., M.I.T., Ph.D. (Departemen Teknik Informatika)Ilmuwan di bidang ilmu komputer yang aktif menghasilkan publikasi riset berkualitas tinggi di tingkat internasional.
- Prof. Adi Setyo Purnomo, S.Si., M.Sc., Ph.D. (Departemen Kimia)Peneliti unggulan di bidang ilmu kimia yang berfokus pada pengembangan riset sains dan aplikasinya.
- Prof. Suprapto, S.Si., M.Si., Ph.D. (Departemen Kimia)Akademisi di bidang kimia yang rutin memberikan kontribusi pemikiran melalui publikasi karya ilmiah bereputasi.
- Prof. Dr. Ir. Mahfud, DEA (Departemen Teknik Kimia)Pakar teknik kimia yang berfokus pada pengembangan teknologi proses dan rekayasa kimia.
- Prof. Weijun Gao (Adjunct Professor)Tercatat memiliki keterkaitan dengan dua institusi sekaligus dalam basis data Stanford University, merujuk pada institusi terakhir tempat beliau beraktivitas riset.
Pentingnya Konsistensi Publikasi dan Riset Bermanfaat
Pencapaian dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026 tidak didapatkan secara instan, melainkan melalui konsistensi menjaga kualitas riset. Salah satu akademisi terpilih, Prof. Riyanarto Sarno, menekankan bahwa peneliti harus konsisten mengunggah publikasi dan menghindari jalan pintas seperti penggunaan jurnal predator.
Beliau juga mengingatkan bahwa orientasi menerbitkan karya ilmiah tidak hanya sekadar untuk mengejar pencapaian prestasi pribadi atau angka sitasi semata. Lebih dari itu, riset yang dilakukan harus dapat memberikan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat luas. Riset fundamental yang kuat nantinya diharapkan dapat menjadi pijakan untuk melahirkan inovasi yang terpatenkan dan diproduksi secara massal.

