CampusNet – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Indonesia. Pendakwah sekaligus cendekiawan Muslim, Ustaz Adi Hidayat (UAH), menerima gelar Profesor Kehormatan dari Tashkent State University of Economics (TSUE), Uzbekistan, Jumat (30/10/2026).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi UAH dalam bidang pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, kiprahnya dalam menghubungkan keilmuan Islam dengan pendidikan modern turut menjadi pertimbangan pihak universitas.
Tidak hanya UAH, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., juga menerima penghargaan serupa dalam prosesi tersebut. Acara penganugerahan turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, bersama delegasi akademik dari Indonesia.
Ustaz Adi Hidayat Tak Menyangka Menerima Gelar Profesor Kehormatan
Melalui akun Instagram pribadinya, @adihidayatofficial, UAH mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga besar akademik TSUE. Ia mengaku tidak pernah membayangkan akan menerima penghargaan akademik dari perguruan tinggi di Uzbekistan tersebut.
“Sejujurnya, ini merupakan sebuah kehormatan yang tidak pernah saya duga sebelumnya,” ungkap UAH.
Selain menyampaikan rasa terima kasih, UAH berharap penghargaan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperluas kontribusinya dalam dunia pendidikan. Ia juga menyampaikan keinginannya untuk terus menjalin kerja sama dengan UPI. Melalui kolaborasi tersebut, UAH berharap kegiatan pendidikan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Alasan TSUE Memberikan Gelar Profesor Kehormatan kepada UAH
Penganugerahan gelar Profesor Kehormatan kepada Ustaz Adi Hidayat tidak dilakukan tanpa pertimbangan. Sebelumnya, Dewan TSUE telah menyetujui pemberian gelar kehormatan kepada UAH dan Rektor UPI dalam rapat pada 28 September 2026.
Berdasarkan laporan mengenai surat undangan universitas, TSUE menilai UAH memiliki kontribusi dalam pengembangan pendidikan dan pembinaan generasi muda.
Selain itu, upayanya menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan sistem pendidikan modern menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian. Penghargaan tersebut juga berkaitan dengan dukungan terhadap pengembangan hubungan akademik dan kerja sama pendidikan internasional.
Meski demikian, gelar Profesor Kehormatan berbeda dari jabatan profesor tetap yang diperoleh melalui proses pengangkatan akademik di perguruan tinggi.
Penganugerahan UAH Mendapat Apresiasi Tokoh Nasional
Keberhasilan UAH menerima penghargaan internasional turut mendapat perhatian sejumlah tokoh Indonesia. Salah satunya Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, yang menyampaikan ucapan selamat melalui media sosial. Anis memberikan apresiasi kepada UAH dan Rektor UPI Didi Sukyadi atas penghargaan yang mereka terima dari TSUE.
Menurutnya, penganugerahan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap kontribusi keilmuan kedua tokoh Indonesia. Ia juga berharap keduanya terus memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan.
Sementara itu, kehadiran Zulkifli Hasan dalam prosesi penganugerahan turut menjadi bagian dari agenda kunjungan Indonesia ke Uzbekistan.
Kerja Sama Pendidikan Indonesia dan Uzbekistan Terus Diperkuat
Selain menerima penghargaan, kunjungan Ustaz Adi Hidayat ke Uzbekistan juga berkaitan dengan upaya memperkuat hubungan pendidikan internasional. UAH hadir bersama delegasi Universitas Pendidikan Indonesia yang dipimpin Rektor Didi Sukyadi. Rombongan tersebut melibatkan sejumlah pimpinan universitas, dosen, serta anggota Majelis Wali Amanat UPI.
Menariknya, kerja sama UPI dan TSUE telah berlangsung selama beberapa tahun. Kedua universitas menandatangani nota kesepahaman pada 2021 setelah melakukan penjajakan kerja sama sejak 2020. Berdasarkan informasi resmi UPI, program pertukaran mahasiswa kedua institusi terus berkembang. Pada 2026, program tersebut telah melibatkan 122 mahasiswa jenjang sarjana dan magister.
Selain pertukaran mahasiswa, kedua kampus juga mengembangkan kegiatan pertukaran dosen dan kolaborasi penelitian. Ke depan, kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa dan akademisi untuk memperoleh pengalaman internasional.
Dengan demikian, penganugerahan gelar Profesor Kehormatan kepada UAH dan Rektor UPI tidak hanya menjadi momen penghargaan akademik. Peristiwa ini juga berlangsung di tengah upaya mempererat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Uzbekistan.
Pantau terus Campus Net untuk mendapatkan informasi seputar beasiswa, dunia perkuliahan, pendidikan, dan info menarik lainnya bagi generasi muda Indonesia!

