Daya Tampung SNBT 2026 di UI, UGM, dan ITB, Ini Jurusan dengan Kuota Terbesar

CampusNet – Setelah penutupan pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 pada 7 April lalu, perhatian calon mahasiswa kini beralih pada peluang dan tingkat persaingan di berbagai program studi. Dalam fase ini, banyak peserta mulai mencari gambaran mengenai kemungkinan lolos, salah satunya melalui data daya tampung di perguruan tinggi negeri (PTN).

Daya tampung menjadi indikator penting karena menunjukkan jumlah kursi yang tersedia di setiap program studi. Meski bukan satu-satunya faktor penentu, informasi ini dapat memberikan gambaran awal mengenai kapasitas penerimaan serta tingkat persaingan di jalur SNBT.

Universitas Indonesia (UI)

Berdasarkan data resmi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Universitas Indonesia (UI) memiliki sejumlah program studi dengan daya tampung besar. Ilmu Hukum menjadi salah satu yang tertinggi dengan 171 kursi.

Selain itu, Ilmu Psikologi memiliki daya tampung sebesar 99 kursi. Sementara itu, program studi seperti Manajemen, Akuntansi, dan Pendidikan Dokter masing-masing memiliki sekitar 90 kursi.

Tingginya kapasitas ini menunjukkan bahwa jurusan di bidang sosial dan kesehatan masih menjadi fokus utama dalam penerimaan mahasiswa baru di UI.

Universitas Gadjah Mada (UGM)

Di Universitas Gadjah Mada (UGM), program studi Hukum juga menjadi salah satu dengan daya tampung terbesar, yakni sebanyak 96 kursi.

Menariknya, program studi seperti Ilmu dan Industri Peternakan serta Kehutanan memiliki daya tampung sekitar 90 kursi. Hal ini menunjukkan bahwa peluang tidak hanya terbuka pada jurusan populer di bidang sosial, tetapi juga pada bidang agrikultur dan lingkungan.

Institut Teknologi Bandung (ITB)

Sementara itu, Institut Teknologi Bandung (ITB) mencatat daya tampung besar pada beberapa fakultas. Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian memiliki daya tampung tertinggi dengan 130 kursi.

Disusul oleh Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan dengan 115 kursi serta Fakultas Seni Rupa dan Desain dengan 110 kursi. Selain itu, Fakultas Teknologi Industri dan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara juga memiliki kapasitas yang cukup besar.

Data ini menunjukkan bahwa ITB tidak hanya berfokus pada bidang teknik, tetapi juga membuka peluang di bidang lain yang lebih beragam.

Daya Tampung Besar Bukan Jaminan Lolos

Meski memiliki daya tampung yang relatif besar, hal ini tidak serta-merta menjamin peluang lolos yang lebih tinggi. Tingkat persaingan tetap sangat dipengaruhi oleh jumlah peminat pada setiap program studi.

Dalam beberapa kasus, jurusan dengan daya tampung besar justru tetap memiliki tingkat keketatan tinggi karena banyaknya peserta yang memilih jurusan tersebut.

SNBT Berbasis Tes, Persiapan Tetap Kunci

Berbeda dengan jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang mempertimbangkan rekam jejak akademik, SNBT lebih menitikberatkan pada hasil tes yang terukur.

Oleh karena itu, kesiapan akademik menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan. Memahami data daya tampung dapat menjadi referensi, namun tetap perlu diimbangi dengan strategi belajar yang optimal.

Gambaran Awal Persaingan

Dengan berakhirnya masa pendaftaran SNBT 2026, data daya tampung ini dapat menjadi gambaran awal bagi calon mahasiswa dalam memahami dinamika seleksi di berbagai PTN.

Informasi ini juga dapat membantu dalam mengevaluasi strategi serta mempersiapkan langkah selanjutnya secara lebih matang.

Baca juga: 10 Jurusan Paling Favorit di UI yang Wajib Jadi Referensi SNBT 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok