Wakili UB Sendirian, Mahasiswa Desain Grafis Ini Pulang dengan Tiga Penghargaan dari Malaysia dan Singapura

CampusNet – Dinda Elvina Aurelia berangkat sebagai satu-satunya delegasi dari Universitas Brawijaya. Mahasiswi Program Studi Desain Grafis Fakultas Vokasi UB ini kemudian pulang membawa tiga penghargaan sekaligus dari International Youth Innovation Summit ke-25 x Indonesian Youth Exchange ke-8 Chapter Malaysia-Singapore 2026 yang berlangsung pada 24 hingga 27 Agustus 2026.

Bersama tim lintas institusi yang ia bergabung, Dinda meraih 1st Best Innovation Project dan 1st Best Video Innovation. Secara individu, ia juga menyabet penghargaan The Most Creative Delegate.

Bersaing Sejak Tahap Seleksi

Untuk sampai di sana pun bukan perkara mudah. Calon delegasi harus melewati serangkaian seleksi, mulai dari wawancara hingga forum group discussion (FGD), sebelum resmi terpilih sebagai salah satu dari 39 delegasi yang berangkat ke Malaysia dan Singapura.

Program ini terbuka bagi warga negara Indonesia berusia 16 hingga 35 tahun dari seluruh latar belakang pendidikan. Peserta yang lolos dengan hasil terbaik memperoleh skema fully funded, sementara yang lain dapat memilih jalur partial funded atau self funded.

Tim Lintas Kampus yang Saling Melengkapi

Dalam Innovation Summit Competition, setiap delegasi bergabung dalam tim lintas institusi untuk mengembangkan proyek inovasi berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Dinda tergabung bersama empat delegasi lain dari kampus dan sekolah berbeda, yaitu Nur Maharani Al Karim dari Institut Pertanian Bogor, Martha Sri Rezeki Purba dari Universitas Pendidikan Ganesha, Soviana Maharani dari Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta, dan Zahra Aqeela Nadhir dari SMA Nasima.

Proses menyusun ide bersama orang-orang dari latar belakang berbeda justru menjadi bagian yang paling Dinda kenang.

“Hal itu justru membuat saya semakin tertantang untuk ikut, belajar dari orang-orang hebat, dan mendapatkan pengalaman serta hal-hal baru yang mungkin belum pernah saya temui sebelumnya,” ujar Dinda.

Kunjungan ke NUS dan Universiti Malaya

Di luar kompetisi, para delegasi juga mengunjungi National University of Singapore (NUS) dan Universiti Malaya sebagai bagian dari program pertukaran budaya dan perluasan jejaring internasional.

Dinda menyebut kunjungan tersebut memberinya wawasan akademik yang sulit ia dapatkan di dalam kelas. Pengalaman berkolaborasi lintas institusi sekaligus menjelajahi dua kampus ternama di Asia Tenggara menjadi bekal yang ia bawa pulang selain tiga penghargaan.

Pesan untuk Mahasiswa Lain

Dinda berharap perjalanannya mendorong lebih banyak mahasiswa berani mengambil kesempatan serupa, sekecil apapun peluang yang terlihat di awal.

“Jangan takut untuk bermimpi besar dan mengambil langkah pertama. Karena setiap pengalaman, sekecil apa pun, dapat menjadi proses untuk berkembang, membuka peluang baru, dan membawa kita lebih dekat pada versi terbaik dari diri kita,” pesannya.

Baca juga: Mahasiswa UB Buat Kapsul Kanker Serviks dari Daun Sirsak Raih Medali di Jepang!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok