CampusNet – Tips belajar mahasiswa dapat menjadi inspirasi untuk menghadapi padatnya kegiatan perkuliahan. Salah satunya berasal dari Aurella Shafa Helsana, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) yang berhasil meraih IPK 3,97 dengan predikat cumlaude.
Selama menjalani pendidikan kedokteran, Aurella harus menghadapi berbagai tuntutan akademik, mulai dari perkuliahan, praktikum, ujian blok, hingga tutorial. Meski begitu, ia tetap berusaha menjalani proses belajar dengan konsisten tanpa memberikan tekanan berlebihan pada dirinya sendiri. Aurella mengaku tidak pernah menetapkan target nilai yang terlalu tinggi. Ia lebih memilih mengatur waktu, menjaga konsistensi belajar, dan memahami materi secara bertahap.
5 Tips Belajar Mahasiswa dari Aurella Shafa
1. Membuat Catatan dengan Bahasa Sendiri
Aurella terbiasa mencatat materi menggunakan buku tulis, kemudian menyusunnya kembali dengan bahasa sendiri. Cara ini membantunya memahami konsep dasar dan mengetahui keterkaitan antarmateri. Menurutnya, memahami materi lebih penting daripada sekadar menghafal. Mahasiswa dapat mencoba cara ini dengan merangkum penjelasan dosen menggunakan kalimat yang lebih mudah dipahami.
2. Menyesuaikan Waktu Belajar dengan Kondisi Tubuh
Aurella memilih belajar pada dini hari dan menghindari kebiasaan begadang hingga terlalu larut malam. Ia juga tidak menerapkan jadwal belajar yang terlalu kaku. Baginya, mengatur waktu bukan berarti harus terus belajar sepanjang hari. Mahasiswa perlu mengetahui kapan harus fokus dan kapan memberikan waktu untuk beristirahat.
3. Memahami Materi Secara Mandiri
Sebelum berdiskusi dengan teman, Aurella lebih nyaman mempelajari materi secara mandiri. Cara tersebut membantunya memahami materi sesuai dengan gaya belajarnya sendiri. Setelah belajar mandiri, mahasiswa dapat berdiskusi untuk bertukar pemahaman dan mengklarifikasi materi yang belum dimengerti.
4. Mengatur Prioritas antara Kuliah dan Organisasi
Selain aktif dalam kegiatan akademik, Aurella juga mengikuti organisasi Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan sejumlah kompetisi. Ia tetap mempertimbangkan prioritas serta tanggung jawab akademiknya. Kebiasaan ini dapat diterapkan mahasiswa yang ingin aktif di luar kelas tanpa mengabaikan perkuliahan. Membuat daftar kegiatan dan menentukan hal yang perlu diselesaikan terlebih dahulu bisa membantu mengatur waktu.
5. Meminta Dukungan dan Doa Orang Tua
Aurella mengungkapkan bahwa orang tuanya menjadi sumber dukungan terbesar selama menjalani pendidikan. Mereka tidak menuntutnya untuk selalu mendapatkan nilai sempurna, tetapi lebih mengutamakan kesehatan, kebahagiaan, dan proses belajar yang dijalani. Dukungan dari keluarga dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa ketika menghadapi kesulitan selama perkuliahan.
Belajar Konsisten Lebih Penting daripada Mengejar Nilai Sempurna
Perjalanan Aurella menunjukkan bahwa keberhasilan akademik tidak hanya ditentukan oleh nilai, tetapi juga oleh proses belajar yang dijalani secara konsisten. Mahasiswa dapat mengenali kemampuan diri, menemukan metode belajar yang sesuai, dan tetap menjaga keseimbangan antara akademik dan kehidupan pribadi.
Aurella juga mengingatkan bahwa IPK tinggi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan mahasiswa kedokteran. Pemahaman terhadap materi dan kemampuan menerapkan ilmu menjadi bekal penting untuk menjalani profesi dokter. Setelah menyelesaikan pendidikan preklinik, Aurella bersiap melanjutkan pendidikan profesi dokter. Ia berharap dapat menjalani setiap tahap pendidikan dengan sungguh-sungguh dan terus mengembangkan kemampuannya.
Baca Juga: Lulus S2 UGM Hanya 1 Tahun 1 Bulan! Intip Strategi Tania Anastasya Lulus Cepat

