Raih Predikat Lulusan Terbaik, Galuh Sukmarani Kembangkan Material Baterai

CampusNet – Material baterai ramah lingkungan menjadi salah satu fokus penelitian Galuh Sukmarani, lulusan Magister Teknologi Nano Institut Teknologi Bandung (ITB). Melalui penelitiannya, Galuh mengembangkan metode sintesis material MXene yang lebih sederhana dan ramah lingkungan sebagai kandidat anode baterai ion litium. Inovasi ini berpotensi mendukung pengembangan teknologi baterai untuk kendaraan listrik dan penyimpanan energi.

Penelitian tersebut mengantarkan Galuh meraih predikat lulusan terbaik sekaligus publikasi terbaik program magister pada Wisuda ITB Agustus 2026. Meski demikian, pencapaian tersebut tidak diraih tanpa tantangan. Galuh harus melewati berbagai kendala selama melakukan penelitian hingga sempat mengalami burnout.

Kembangkan MXene sebagai Material Baterai Ramah Lingkungan

Penelitian Galuh berfokus pada pengembangan metode sintesis material MXene yang berpotensi digunakan sebagai anode baterai ion litium. Anode merupakan salah satu komponen penting dalam baterai yang berperan dalam proses penyimpanan dan pelepasan ion selama pengisian maupun penggunaan baterai.

Dalam penelitian ini, Galuh mengembangkan metode sintesis MXene sebagai alternatif dari metode konvensional yang menggunakan asam fluorida (HF). Bahan kimia tersebut bersifat beracun sehingga membutuhkan penanganan khusus dalam proses penggunaannya.

Material yang dihasilkan kemudian direkayasa menjadi struktur berpori untuk mengeksplorasi potensinya sebagai alternatif grafit pada anode baterai. Pengembangan ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam meningkatkan teknologi penyimpanan energi.

Penelitian Galuh juga melibatkan kolaborasi dengan National Institute for Materials Science (NIMS) di Jepang. Melalui kolaborasi tersebut, ia melakukan karakterisasi material menggunakan teknik X-ray Photoelectron Spectroscopy (XPS) dan Hard X-ray Photoelectron Spectroscopy (HAXPES) untuk mempelajari komposisi kimia serta karakteristik permukaan material.

Meski menunjukkan potensi, material tersebut masih memerlukan penelitian dan pengujian lanjutan untuk mengetahui performa, keamanan, serta kelayakannya sebelum dapat diterapkan dalam skala industri.

Sempat Burnout Selama Menjalani Penelitian

Perjalanan penelitian Galuh tidak selalu berjalan mulus. Sejak memulai riset pada Agustus 2024, ia menghadapi sejumlah kendala, mulai dari oksidasi material awal hingga penolakan naskah penelitian oleh jurnal lain.

Selama hampir satu semester, eksperimen yang dilakukan bahkan belum menghasilkan data sesuai harapan. Kondisi tersebut membuat Galuh sempat mengalami burnout hingga harus menghentikan aktivitas laboratorium selama sekitar dua pekan.

Dukungan dosen pembimbing membantunya kembali melanjutkan penelitian dan mengevaluasi pendekatan eksperimen yang digunakan. Setelah melalui proses tersebut, hasil penelitiannya berhasil dipublikasikan dalam jurnal FlatChem pada Mei 2026.

Pengalaman ini memperlihatkan bahwa proses penelitian membutuhkan ketekunan, evaluasi, dan kemampuan menghadapi kegagalan. Hasil yang baik tidak selalu diperoleh melalui percobaan pertama, tetapi melalui proses panjang untuk menemukan pendekatan yang tepat.

Pentingnya Inovasi yang Berdampak

Bagi Galuh, keberhasilan pendidikan magister tidak hanya diukur dari nilai akademik. Ia berhasil meraih IPK 3,98 dengan predikat summa cum laude, tetapi menilai bahwa dampak penelitian juga menjadi bagian penting dari pencapaian seorang mahasiswa.

Penelitian yang dikembangkannya masih memiliki peluang untuk dieksplorasi lebih lanjut, termasuk melalui kombinasi MXene dengan material berbasis nikel untuk meningkatkan performa anode baterai.

Inovasi ini relevan dengan pengembangan teknologi penyimpanan energi yang dibutuhkan untuk mendukung kendaraan listrik. Namun, efektivitas kombinasi material tersebut tetap perlu dibuktikan melalui penelitian lebih lanjut.

Kisah Galuh menjadi gambaran bahwa inovasi mahasiswa tidak hanya berangkat dari penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga dari kemauan untuk mengembangkan penelitian dan mencari solusi atas tantangan teknologi. Di balik sebuah pencapaian, terdapat proses panjang yang membutuhkan konsistensi, kolaborasi, dan keberanian untuk terus mencoba.

Baca Juga: Mengenal Pedaltrax: Kendaraan Kampus Bertenaga Listrik dan Manusia Inovasi ITB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *