Rumah Sakit Apung Unair Kembali Berlayar, Hadirkan Layanan Kesehatan Spesialis Gratis di Sumenep

CampusNet โ€“ย Akses pelayanan kesehatan yang merata di wilayah kepulauan terpencil masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Menjawab persoalan nyata tersebut, Universitas Airlangga (Unair) kembali memberangkatkan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA). Kapal kemanusiaan ini resmi bertolak dari Dermaga I, Pelabuhan Kalimas, Surabaya, untuk membawa misi pelayanan medis gratis langsung ke jantung wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Komitmen Nyata Mengabdi di Garis Depan Kepulauan

Pelayaran kemanusiaan RSKKA kali ini mengusung tema yang sarat makna: “Bersama Membangun Generasi Sehat”. Melalui program yang berlangsung hingga 25 Juli 2026 mendatang, kapal rumah sakit ini dijadwalkan bersandar dan melayani masyarakat di berbagai titik strategis kepulauan Sumenep, meliputi:

  • Kecamatan Bluto
  • Pulau Raas
  • Pulau Karamian
  • Pulau Masalembu

Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran Unair, Dr. Abdulloh Machin, dr., Sp.N(K), menegaskan bahwa misi kemanusiaan ini merupakan bagian dari komitmen luhur universitas untuk tidak sekadar menjadi menara gading akademis.

“Universitas Airlangga berkomitmen untuk memiliki dampak langsung bagi masyarakat luas, salah satunya melalui pengabdian masyarakat. Kami ingin unggul tidak hanya di ranah akademik dan riset, melainkan juga di sektor pengabdian sosial nyata (community services).” โ€” Dr. Abdulloh Machin, dr., Sp.N(K)

Kekuatan Tim Relawan Medis & Fasilitas Kamar Operasi di Atas Laut

Direktur RS Kapal Ksatria Airlangga, dr. Agus Harianto, Sp.B, menjelaskan bahwa misi kali ini didukung penuh oleh puluhan profesional medis berpengalaman demi memastikan layanan yang komprehensif layaknya rumah sakit di darat.

Tim relawan yang diturunkan berjumlah 37 personel, yang terdiri dari:

  • 7 Dokter Spesialis (Bedah, Penyakit Dalam, Pediatri/Anak, Kandungan, Mata, dan Gigi)
  • 12 Dokter Umum
  • Tenaga Kesehatan Lain (Analis medis, ahli gizi, apoteker, dsb.)

Hebatnya, RSKKA dirancang khusus agar mampu melaksanakan tindakan bedah darurat maupun terencana langsung di atas kapal. Hingga saat ini, RSKKA telah mencatatkan sejarah luar biasa dengan membantu persalinan lebih dari 100 bayi secara caesar (sectio) di dalam kapal di tengah lautan lepas.

Sinergi Baru Bersama BPJS Kesehatan di Wilayah 3T

Salah satu langkah progresif dalam misi kali ini adalah terbangunnya kolaborasi erat dengan BPJS Kesehatan guna mengatasi hambatan geografis di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, MMRS, menguraikan mekanisme kemudahan akses jaminan kesehatan khusus untuk wilayah kepulauan yang belum memiliki fasilitas kesehatan yang memadai. Melalui kebijakan Daerah Belum Tersedia Fasilitas Kesehatan Memenuhi Syarat (DBTFMS), pemerintah daerah setempat didorong untuk menerbitkan Surat Keputusan (SK) pemetaan daerah darurat faskes.

Dengan adanya SK DBTFMS tersebut, BPJS Kesehatan dapat langsung menjalin kerja sama khusus dengan layanan medis bergerak seperti RSKKA. Dampaknya sangat signifikan: BPJS Kesehatan dapat membiayai seluruh klaim pemanfaatan pengobatan pasien sesuai tarif INA-CBG, sehingga menjamin keberlanjutan operasional serta meringankan beban pembiayaan masyarakat lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok