CampusNet – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh kancah akademik Universitas Airlangga (UNAIR). Tim mahasiswa UNAIR sukses menyabet Juara II dalam kompetisi Esai Nasional yang diselenggarakan guna memperingati World Milk Day (Hari Susu Sedunia).
Prestasi ini diraih berkat gagasan inovatif berjudul “Sapi Teduh”, sebuah konsep kanopi cerdas yang dirancang khusus untuk mengatasi masalah heat stress (stres akibat suhu panas) pada sapi perah. Inovasi ini dinilai menjadi solusi solutif dan visioner bagi industri peternakan modern yang berkelanjutan.
Mari bedah lebih dalam mengenai cara kerja ide “Sapi Teduh”, latar belakang penciptaannya, hingga dampaknya yang signifikan bagi produktivitas susu nasional di bawah ini.
Mengatasi Masalah Heat Stress pada Sapi Perah
Sapi perah merupakan hewan ternak yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu lingkungan. Paparan suhu yang terlalu panas di area peternakan dapat memicu kondisi heat stress.
Ketika sapi mengalami stres akibat panas, hal tersebut tidak hanya mengganggu kesejahteraan hewan (animal welfare), tetapi juga berdampak langsung pada:
- Penurunan nafsu makan sapi.
- Penurunan drastis kualitas dan volume produksi susu harian.
- Penurunan sistem imunitas, membuat sapi lebih rentan terserang penyakit.
Melihat urgensi tersebut, tim mahasiswa UNAIR merumuskan “Sapi Teduh” sebagai sistem pelindung kandang adaptif yang mampu memanipulasi mikroklimat di dalam area peternakan agar tetap ideal bagi kenyamanan sapi.
Bagaimana Cara Kerja Inovasi “Sapi Teduh”?
“Sapi Teduh” bukan sekadar atap penutup kandang biasa. Konsep ini memadukan infrastruktur fisik dengan integrasi teknologi berbasis IoT (Internet of Things) dan sensor otomatis. Berikut adalah mekanisme kerja utamanya:
1. Deteksi Suhu Otomatis secara Real-Time
Kanopi ini dilengkapi dengan sensor suhu dan kelembapan udara yang dipasang di sudut-sudut strategis kandang. Sensor ini terus memantau dinamika cuaca secara real-time.
2. Aktivasi Sistem Pendingin Mandiri
Ketika sensor mendeteksi bahwa suhu udara di dalam kandang telah melewati ambang batas kenyamanan sapi, sistem cerdas akan otomatis mengaktifkan mekanisme pendinginan. Sistem ini berupa aktivasi kipas angin blower besar atau generator kabut air halus (misting system) untuk menurunkan suhu lingkungan dengan cepat tanpa membasahi lantai kandang secara berlebihan.
3. Panel Surya Ramah Lingkungan
Guna memastikan efisiensi energi, operasional teknologi pada kanopi cerdas ini dirancang untuk memanfaatkan sumber energi terbarukan melalui pemasangan panel surya (solar panel) di bagian atas kanopi.
Raih Apresiasi Tinggi di Ajang Nasional World Milk Day
Gagasan matang dan implementatif yang ditawarkan oleh tim UNAIR ini berhasil memikat para dewan juri di ajang Esai Nasional World Milk Day. Mereka dinilai mampu memberikan pemecahan masalah konkret yang menggabungkan aspek teknologi, kesejahteraan hewan, dan optimalisasi bisnis peternakan.
Inovasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai gagasan kompetisi saja, melainkan dapat melangkah ke tahap hilirisasi dan diuji coba secara riil pada sektor peternakan komersial maupun kemitraan dengan peternak lokal di Indonesia.

