10 Kota Terbaik di Asia untuk Tujuan Kuliah Versi QS Rankings 2027, Jogja Peringkat Berapa?

CampusNet – Memilih kota tujuan untuk melanjutkan pendidikan tinggi bukan hanya soal kualitas kampus semata. Faktor kenyamanan kota, keberagaman ekosistem mahasiswa, keterjangkauan biaya hidup, hingga peluang karier setelah lulus menjadi pertimbangan utama.

Lembaga pemeringkatan dunia Quacquarelli Symonds kembali merilis laporan terbaru QS Best Student Cities 2027. Pemeringkatan ini mengevaluasi berbagai kota di seluruh dunia untuk menemukan destinasi studi terbaik bagi para mahasiswa internasional.

Indikator Penilaian QS Best Student Cities 2027

Untuk masuk dalam kriteria penilaian, suatu kota harus memiliki populasi minimal 250.000 jiwa serta memiliki setidaknya dua perguruan tinggi yang terdaftar dalam peringkat QS World University Rankings.

QS mendasarkan penilaian pada enam indikator utama:

  • Peringkat Universitas: Mengukur kualitas dan daya saing kampus-kampus yang ada di kota tersebut.
  • Komposisi Mahasiswa: Melihat tingkat keberagaman dan keterbukaan kota terhadap mahasiswa lokal maupun internasional.
  • Daya Tarik (Desirability): Menilai keamanan, kualitas hidup, serta kebersihan lingkungan kota.
  • Aktivitas Pemberi Kerja: Menganalisis peluang kerja serta reputasi lulusan di mata perusahaan.
  • Keterjangkauan Biaya (Affordability): Memperhitungkan biaya kuliah dan estimasi biaya hidup harian.
  • Pandangan Mahasiswa (Student Voice): Berdasarkan survei pengalaman langsung para mahasiswa yang tinggal di kota tersebut.

10 Kota Terbaik di Asia untuk Tujuan Kuliah Versi QS 2027

Kota-kota di kawasan Asia menunjukkan dominasi yang sangat kuat, bahkan berhasil menempati posisi puncak secara global. Berikut daftar 10 kota terbaik di Asia untuk berkuliah:

  1. Seoul, Korea SelatanSeoul berhasil menduduki peringkat pertama di Asia sekaligus peringkat 1 dunia dengan skor sempurna 100. Ketersediaan kampus papan atas dan prospek karier yang luas menjadi daya tarik utamanya.
  2. Tokyo, JepangMenempel ketat di posisi kedua Asia dan peringkat 2 dunia dengan skor 98. Tokyo unggul berkat aktivitas pemberi kerja yang sangat tinggi dan daya pikat lingkungan perkotaannya.
  3. SingapuraPusat pendidikan di Asia Tenggara ini menempati posisi ketiga di Asia dan peringkat 11 dunia dengan perolehan skor 90,2.
  4. Beijing, ChinaIbu kota China ini berada di peringkat keempat Asia dan peringkat 12 dunia dengan skor 89,2.
  5. Taipei, TaiwanTaipei mengamankan posisi kelima di Asia dan peringkat 14 dunia dengan perolehan skor 88,4.
  6. Kuala Lumpur, MalaysiaMenjadi kota di Asia Tenggara dengan peringkat kedua tertinggi setelah Singapura, Kuala Lumpur berada di posisi ke-6 Asia dan peringkat 15 dunia dengan skor 88.
  7. Kyoto, JepangKota bersejarah di Jepang ini menempati peringkat ketujuh di Asia dan peringkat 16 dunia dengan skor 87,9.
  8. Hong Kong SARHong Kong menduduki posisi kedelapan di Asia dan peringkat 17 dunia dengan skor 87,7.
  9. Shanghai, ChinaKota metropolitan Shanghai berada di peringkat kesembilan Asia dan peringkat 21 dunia dengan skor 85,9.
  10. Bangkok, ThailandMelengkapi posisi 10 besar di Asia, Bangkok berada di peringkat 52 dunia dengan perolehan skor 73,7.

Bagaimana Peringkat Kota di Indonesia? Jogja dan Jakarta di Posisi Berapa?

Untuk kawasan Indonesia, belum ada kota yang berhasil menembus daftar jajaran top 100 dunia dalam rilis kali ini.

  • JakartaJakarta menjadi kota dengan peringkat tertinggi di Indonesia. Di tingkat dunia, Jakarta berada di peringkat 177 dunia dengan skor 55,3. Sementara untuk skala regional, Jakarta menduduki posisi ke-35 di Asia.
  • Yogyakarta (Jogja)Kota yang dikenal sebagai Kota Pelajar ini berada sedikit di bawah Jakarta. Yogyakarta menempati peringkat 36 di Asia dan menduduki peringkat 118 di tingkat dunia.

Berdasarkan analisis riset QS Best Student Cities 2027, indikator pandangan mahasiswa (student voice) secara global untuk memilih Jakarta maupun Yogyakarta sebagai destinasi studi internasional masih terbilang cukup rendah jika dibandingkan dengan kota-kota besar Asia lainnya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi ekosistem pendidikan tinggi nasional untuk terus meningkatkan kualitas sarana, kemudahan visa, dan daya tarik bagi pelajar mancanegara.

Baca juga: ISI Yogyakarta Buka Program Pre-University Saraswati: Solusi Jajal Kuliah Seni Sebelum Resmi Masuk Kampus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *