Pertama Kali Buka Kategori Disabilitas, Pilmapres Nasional 2026 Pertemukan 54 Mahasiswa Terbaik

CampusNet – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menggelar Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Nasional 2026 pada 4 hingga 8 Agustus 2026. Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang, Banten, menjadi tuan rumah ajang tahunan ini.

Sebanyak 54 mahasiswa lolos ke tahap final setelah melewati seleksi berjenjang. Prosesnya dimulai dari tingkat perguruan tinggi, lalu wilayah LLDIKTI, hingga Seleksi Awal Nasional.

Kategori Baru untuk Mahasiswa Disabilitas

Ada yang berbeda di Pilmapres Nasional 2026. Untuk pertama kalinya, ajang ini membuka kategori Mahasiswa Disabilitas Berprestasi.

Kategori tersebut menyumbang 16 finalis dari total 54 peserta. Sisanya terbagi menjadi 19 finalis Program Sarjana dan 19 finalis Program Diploma.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., menyebut kehadiran kategori ini sebagai langkah penting menuju pendidikan tinggi yang inklusif. Menurutnya, setiap mahasiswa Indonesia berhak mendapat kesempatan yang sama untuk berprestasi.

Peserta Datang dari Berbagai Daerah

Para finalis berasal dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di berbagai wilayah Indonesia. Sebarannya pun terbilang merata.

Hal ini menandakan pembinaan mahasiswa berprestasi mulai berkembang di banyak daerah, bukan lagi terpusat di kampus-kampus tertentu saja.

Penilaian Tak Berhenti di Nilai Akademik

Selama lima hari, finalis mengikuti rangkaian penilaian sesuai kategori masing-masing. Panitia tidak hanya melihat capaian akademik peserta.

Program Sarjana menampilkan Gagasan Kreatif dan Capaian Unggulan, lengkap dengan presentasi, wawancara, serta uji kemampuan bahasa Inggris. Program Diploma mengusung Produk Inovatif dengan skema penilaian serupa.

Sementara Program Disabilitas menilai Capaian Unggulan, gagasan atau produk inovatif, presentasi, dan wawancara sesuai panduan yang berlaku.

Lebih dari Sekadar Ajang Lomba

Pilmapres juga membuka ruang bagi peserta untuk saling bertukar pengalaman dan membangun jejaring lintas daerah maupun disiplin ilmu.

Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan berharap ajang ini melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga berkarakter, adaptif, dan mampu memberi dampak nyata bagi lingkungannya.

Baca juga: Restrukturisasi Pendidikan Tinggi: Kemdiktisaintek Siap Tutup Prodi Tak Relevan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok