Sampah Pasar Jadi Biogas dan Pupuk, Tim FTUI Ini Pulang Bawa Juara 1 dan Best Paper

CampusNet – Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia tergabung dalam tim bernama “Temennya Nisa”. Namanya santai, tapi prestasinya serius. Tim yang terdiri dari Annisa Ramadani (Teknik Elektro 2024), Mellyana Salsabila (Teknik Sipil 2024), dan Steven (Teknik Komputer 2024) ini meraih Juara 1 sekaligus Best Paper pada IDP Innovation Competition (IIC) 2026.

Kompetisi yang berlangsung dari 10 Juni hingga 23 Agustus 2026 ini digelar oleh UKM Interdisciplinary Scientific Research (ISR) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Sebanyak 106 tim dari 53 universitas se-Indonesia bersaing di dalamnya.

Pasar Tradisional sebagai Titik Awal Inovasi

Ide BioMarket lahir dari pertanyaan sederhana, apa yang bisa dilakukan dengan 1,4 ton sampah organik yang dihasilkan pasar tradisional setiap harinya?

Tim “Temennya Nisa” menjawabnya dengan merancang sistem biodigester komunal yang mengolah sampah organik pasar melalui proses anaerobic digestion menjadi biogas. Energi yang dihasilkan lalu dimanfaatkan untuk mengoperasikan cold storage berkapasitas 5 ton, membantu petani menjaga kualitas dan memperpanjang umur simpan komoditas hortikultura.

Di sisi lain, proses pengolahan menghasilkan digestate yang dikombinasikan dengan biochar sekam padi menjadi pupuk organik bagi petani lokal.

“Kami mencoba melihat persoalan sampah pasar dari sudut pandang yang berbeda. Sampah organik tidak hanya menjadi limbah, tetapi dapat diolah menjadi energi sekaligus sumber nutrisi untuk pertanian. Harapannya, BioMarket dapat menjadi konsep yang aplikatif dan dapat direplikasi di berbagai pasar tradisional di Indonesia,” ujar Annisa Ramadani selaku Team Leader.

Siklus yang Menutup Dirinya Sendiri

Yang membedakan BioMarket dari sekadar teknologi pengolahan sampah biasa adalah pendekatannya yang membentuk siklus tertutup. Sampah pasar diolah menjadi energi, energi mendukung penyimpanan hasil tani, hasil pengolahan menghasilkan pupuk, dan pupuk kembali mendukung produksi pertanian hingga komoditas kembali masuk ke pasar.

Pendekatan ini sekaligus menekan post-harvest loss, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, dan meningkatkan nilai guna limbah organik yang selama ini terbuang begitu saja.

Tiga Jurusan, Satu Gagasan

Kolaborasi lintas jurusan menjadi kunci di balik BioMarket. Annisa dari Teknik Elektro membawa pemahaman sistem energi, Mellyana dari Teknik Sipil menghadirkan perspektif infrastruktur, sementara Steven dari Teknik Komputer memperkuat sisi teknologi dan sistem monitoring.

Babak final berlangsung secara luring di UPN “Veteran” Yogyakarta pada 23 Agustus 2026. Tim “Temennya Nisa” tampil di hadapan dewan juri, mempertahankan gagasannya melalui presentasi dan sesi tanya jawab yang dinilai dari kebaruan ide, relevansi tema, potensi implementasi, hingga kualitas paper ilmiahnya.

Mereka keluar sebagai Juara 1, mengalahkan Tim Mepet Deadline dari UGM di posisi kedua dan Tim E2Win dari Politeknik Keuangan Negara STAN di posisi ketiga. Best Paper pun jatuh ke tangan tim yang sama.

Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., menyebut BioMarket sebagai contoh nyata riset mahasiswa yang diarahkan pada solusi berkelanjutan.

“Inovasi seperti BioMarket menjadi contoh bahwa riset dan kreativitas mahasiswa dapat diarahkan untuk menghasilkan solusi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga: Tim Peneliti ITS Kembangkan Baterai Ramah Lingkungan dari Air Laut dan Aluminium Lokal Bernama AluBayu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok