Mahasiswa FK UNAIR Kembangkan Inovasi Insulin Oral Berbasis Nanoteknologi lewat Research Exchange di Turki

CampusNet – Inovasi dalam dunia kedokteran terus berkembang untuk menghadirkan terapi medis yang lebih nyaman dan efektif bagi pasien. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), Livia Puspita Nareswari, berkesempatan mendalami pengembangan inovasi insulin oral berbasis nanoteknologi melalui program riset internasional di Turki.

Keikutsertaan Livia dalam ajang SCORE Research Exchange Program yang diselenggarakan oleh IFMSA (International Federation of Medical Students’ Associations) ini berlangsung selama satu bulan pada Juli 2026 di Department of Pharmaceutical Technology, Faculty of Pharmacy, Biruni University, Turki.

Solusi Diabetes Mellitus: Formulasi Insulin Oral Berbasis CQDs

Fokus utama dari riset internasional ini adalah mengeksplorasi pengembangan sistem penghantaran obat (drug delivery system) untuk terapi penyakit Diabetes Mellitus. Selama ini, penderita diabetes umumnya mengandalkan suntikan insulin secara berkala yang kerap menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien.

Melalui riset ini, difokuskan penggunaan Carbon Quantum Dots (CQDs)—salah satu jenis nanopartikel dalam teknologi farmasi—sebagai pembawa (carrier) untuk formulasi insulin oral. Teknologi berbasis nanoteknologi ini diharapkan mampu melindungi struktur insulin saat melewati saluran pencernaan sehingga dapat diserap secara optimal oleh tubuh.

Pengalaman Riset dan Supervisi Pakar Teknologi Farmasi

Selama satu bulan mengikuti Research Exchange, Livia terlibat dalam berbagai kegiatan akademik dan praktis di laboratorium, meliputi:

  • Diskusi ilmiah mengenai patofisiologi diabetes mellitus dan tantangan sistem penghantaran insulin.
  • Pengenalan sintesis Carbon Quantum Dots (CQDs) serta observasi formulasi nanopartikel.
  • Studi literatur, pemodelan, hingga karakterisasi nanopartikel berbasis teknologi farmasi.

Riset ini dilaksanakan di bawah supervisi langsung Prof. Dr. İsmail Tuncer Değim, Dekan Fakultas Farmasi Biruni University yang juga merupakan pakar riset teknologi farmasi, farmakokinetika, serta nanotechnology-based drug delivery systems.

Pentingnya Riset Inovatif bagi Calon Dokter Masa Depan

Pengalaman mengikuti research exchange ini memberikan pemahaman mendalam bahwa kemajuan ilmu kedokteran tidak hanya terbatas pada pelayanan klinis langsung kepada pasien, tetapi juga sangat bergantung pada penelitian dan inovasi laboratorium.

Selain menambah wawasan akademis dan ketrampilan riset nanoteknologi, program ini juga memperluas jejaring internasional serta pemahaman lintas budaya mahasiswa melalui interaksi dengan para peneliti dan mahasiswa dari berbagai negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok