CampusNet – Prestasi membanggakan di panggung internasional kembali diukir oleh mahasiswa Indonesia. Anargya ITS EV Team, tim riset kendaraan listrik dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), berhasil memboyong tiga gelar juara dalam ajang kompetisi otomotif bergengsi 24th Formula Society of Automotive Engineers (FSAE) Japan 2026 yang digelar di Aichi Sky Expo, Jepang.
Mengusung mobil formula listrik generasi terbaru bernama Mark 6.0, tim yang berlaga dengan nomor kendaraan E21 ini mampu membuktikan keunggulannya, tidak hanya pada aspek engineering dan perancangan teknis kendaraan, tetapi juga dalam pemodelan data serta komunikasi publik.
Rincian 3 Gelar Juara yang Diraih Tim Anargya ITS
Berdasarkan rilis resmi 24th Formula SAE Japan 2026 Award List, berikut tiga penghargaan bergengsi yang berhasil diraih Anargya ITS EV Team:
- 1st Place Best Three-View Drawing Award (EV)
Anargya ITS keluar sebagai juara pertama mengungguli universitas ternama dunia seperti Nagoya Institute of Technology dan Sophia University. Kategori ini menguji ketelitian dan presisi gambar teknik kendaraan (tampak depan, samping, dan atas) yang merepresentasikan keakuratan proses desain serta integrasi antar-komponen mobil Mark 6.0. - 2nd Place MathWorks Modeling Award (EV)
Tim meraih podium kedua berkat penggunaan perangkat lunak MATLAB dan Simulink untuk memodelkan sistem accumulator, motor controller, dan traction motor. Pemodelan ini dikorelasikan langsung dengan data pengujian nyata (seperti dynotest dan CAN BMS) untuk meningkatkan performa kendaraan secara optimal. - 2nd Place PR Award
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa selain memiliki ketangkasan engineering, tim Anargya ITS juga memiliki kemampuan komunikasi publik dan kehumasan yang baik dalam menyampaikan inovasi teknologi kendaraan listrik kepada khalayak luas.
Keunggulan Inovasi Mobil Formula Listrik Mark 6.0
Mobil Mark 6.0 merupakan hasil pengembangan berkelanjutan lintas generasi mahasiswa ITS yang melibatkan kolaborasi antar-departemen. Pengembangan mobil ini berfokus pada pendekatan desain dan pemodelan (modeling) yang lebih matang.
Dosen Pendamping Anargya ITS EV Team, Ir. Alief Wikarta, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., menyampaikan bahwa keberhasilan ini lahir dari ketelitian engineering, efisiensi pemanfaatan pemodelan, serta kerja sama tim yang solid. Selain mendorong kemajuan riset teknologi, inovasi kendaraan listrik ini juga sejalan dengan komitmen keberlanjutan lingkungan dan Sustainable Development Goals (SDGs) terkait penanganan perubahan iklim.
Bukti Inovasi Mahasiswa Indonesia Siap Bersaing di Kancah Global
Perwakilan tim, Muhammad Nabil, menegaskan bahwa partisipasi mereka di Jepang bertujuan untuk membuktikan kapasitas mahasiswa Indonesia dalam berkompetisi secara teknis maupun profesional di tingkat dunia.
Pencapaian Anargya ITS di FSAE Japan 2026 menjadi inspirasi nyata bagi lahirnya riset kaji-terap kendaraan listrik nasional, sekaligus mengukuhkan posisi ITS Surabaya sebagai wadah lahirnya inovator-inovator teknologi berprestasi internasional.
Baca juga: Inovatif! UGM Kembangkan Teknologi Skrining Tuberkulosis untuk Wilayah 3T

