CampusNet – Ribuan mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali ke kampus usai menyumbangkan beragam inovasi bagi masyarakat. Gelar Karya Mahasiswa KKN UNDIP berlangsung di Muladi Dome UNDIP pada Jumat, 21 Agustus 2026, menampilkan karya mahasiswa mulai dari inovasi pengolahan sampah hingga pengelolaan wilayah pesisir.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNDIP, Prof. Dr.-Ing. Suherman, melaporkan KKN Tim II berlangsung sejak Juli hingga Agustus 2026 dengan total 9.030 mahasiswa. Jumlah tersebut terdiri atas 4.414 peserta KKN Tematik dan 4.616 peserta KKN Reguler.
Cakupan Program yang Menyentuh Banyak Sisi Kehidupan
Mahasiswa KKN UNDIP terlibat dalam berbagai bidang selama masa pengabdian. Cakupannya meliputi penguatan ketahanan pangan, pengolahan sampah, pertanian dan peternakan, kesehatan, desa wisata, pendampingan UMKM, literasi, pengelolaan wilayah pesisir, kebencanaan, kesenian dan budaya lokal, penguatan BUMDes dan koperasi, hingga pendampingan kelompok disabilitas serta pekerja migran.
Sejumlah tim juga menghasilkan produk konkret berupa teknologi tepat guna, policy brief, blueprint pengembangan wilayah, perjanjian kerja sama, video profil desa, dokumentasi pengabdian, serta publikasi di media dan jurnal pengabdian masyarakat.
Program tersebut dirancang tidak berhenti begitu masa KKN usai. Mahasiswa menyiapkan pijakan agar warga dapat melanjutkan sendiri program yang telah berjalan.
Kolaborasi dengan Berbagai Mitra
Pelaksanaan KKN melibatkan kerja sama lintas sektor. Mahasiswa berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dispermades, Kementerian PUPR, Perpustakaan Nasional, BPOM, ESDM Kota Semarang, PT Patra Logistik, dan PT Patra Niaga.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah, Drs. Mohamad Arief Irwanto, menyampaikan gagasan mahasiswa turut menjawab persoalan konkret di lapangan. Mulai dari penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, penanganan kemiskinan, pencegahan stunting, perbaikan lingkungan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia menilai gelar karya ini mempertemukan tiga pihak penting. Pemerintah memiliki program dan sumber daya, perguruan tinggi membawa pengetahuan dan inovasi, sementara masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan.
Desa sebagai Laboratorium Kehidupan
Kepala Badan Karantina Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP IKA UNDIP, Abdul Kadir Karding, menyampaikan orasi kuliah umum dalam acara tersebut. Ia mengenang masa KKN yang pernah dijalaninya pada 1995 di daerah terpencil Blora, pengalaman yang menurutnya menempa jiwa kepemimpinannya hingga kini.
Karding menyebut desa sebagai laboratorium kehidupan. Di sanalah mahasiswa bertemu persoalan nyata, keterbatasan sumber daya, perbedaan karakter, serta kebutuhan mengambil keputusan secara langsung.
Ia menekankan masyarakat perlu diposisikan sebagai mitra, bukan objek program. Mahasiswa membawa pengetahuan dari kampus, sementara warga memiliki pengalaman dan pemahaman lokal yang sama pentingnya untuk menghasilkan solusi tepat.
Menurutnya, dampak tidak harus menunggu seseorang memiliki jabatan besar. Mengajari anak belajar, membantu UMKM memperoleh akses permodalan, atau memecahkan persoalan kecil di desa sudah menjadi kontribusi nyata jika benar-benar dirasakan manfaatnya.
Pesan Rektor untuk Mahasiswa
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, menyambut kepulangan mahasiswa dengan menyoroti banyaknya laporan positif dari masyarakat. Ia menyebut kedekatan yang tumbuh selama mahasiswa tinggal bersama warga menjadi salah satu penanda keberhasilan program.
Suharnomo turut berpesan agar mahasiswa tetap produktif menjelang wisuda. Ia mengingatkan agar tidak mudah terjebak rasa cemas atau sekadar mengikuti tren, serta mendorong mahasiswa menyelesaikan tugas akhir dan meningkatkan keterampilan bahasa asing.
Penghargaan bagi Tim Terbaik
Kepala Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) UNDIP, Adnan Fauzi, membacakan sejumlah penghargaan dalam acara tersebut:
- Submit LPK KKN Tercepat dan Terlengkap: Tim KKN Tematik IDBU 48
- Program KKN Terbaik: Tim KKN Desa Tangkisan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo
- Tim Dosen Terkompak: Tim Dosen Kecamatan Tirtomoyo
- Booth Pameran Terbaik: Tim KKN Kecamatan Waruasem
Rangkaian acara ditutup dengan kunjungan Rektor UNDIP ke area pameran Gelar Karya. Di sana, mahasiswa memamerkan hasil pendampingan dari berbagai wilayah sebagai penanda bahwa KKN tidak selesai ketika mahasiswa meninggalkan desa, melainkan ketika pengetahuan yang mereka tinggalkan tetap tumbuh dan memberi manfaat.
Baca juga: UMY Gandeng Australian Catholic University: Dorong Program Joint Degree, Riset, dan Mobilitas Global

