CampusNet – Bekatul, tepung ubi jalar oranye, dan ampas pepaya biasanya berakhir sebagai limbah dapur. Di tangan empat mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP), ketiga bahan tersebut justru menjelma menjadi FerraCare, bubur instan yang dirancang untuk mencegah anemia pada balita.
Inovasi ini membawa Tim Delegasi FK UNDIP meraih tiga penghargaan sekaligus dalam International Youth Conference (IYC) 2026 di Malaysia, 27 hingga 28 Juni lalu. Mereka membawa pulang Gold Medal, 1st Runner Up atau Juara Harapan I, dan Favorite Poster.
Solusi Anemia yang Sekaligus Mengurangi Limbah Pangan
FerraCare hadir sebagai alternatif pangan fungsional untuk membantu mencegah anemia pada balita. Formulanya memanfaatkan bekatul dan tepung ubi jalar oranye sebagai sumber zat besi dan nutrisi, dipadukan dengan ampas pepaya yang selama ini kerap terbuang begitu saja.
Konsep tersebut sejalan dengan prinsip zero waste, di mana limbah pangan diolah kembali menjadi produk bernilai gizi tinggi, bukan sekadar dibuang sebagai sampah dapur.
Anemia pada balita sendiri menjadi persoalan kesehatan yang masih memerlukan perhatian serius di Indonesia. Kondisi ini berpotensi mengganggu tumbuh kembang anak jika tidak tertangani sejak dini.
Tim di Balik Inovasi
FerraCare dikembangkan oleh empat mahasiswa Program Studi Kedokteran UNDIP dari angkatan 2023 dan 2024. Fahmi Istikmal Akbar memimpin tim ini, didampingi Alia Nurhaliza Hadari, Widiana Harrista, dan Naura Shafa.
Fahmi menyampaikan harapannya agar FerraCare dapat terus dikembangkan menjadi produk yang layak diproduksi secara massal. Ia menegaskan produk ini masih memerlukan sejumlah tahap penyempurnaan sebelum siap dipasarkan secara luas, mulai dari penyempurnaan formulasi, pengujian kandungan gizi, keamanan, mutu, hingga uji efektivitas.
Kejujuran semacam itu justru memperlihatkan bahwa tim tidak berhenti pada euforia penghargaan, melainkan tetap sadar akan tahapan panjang menuju produk yang benar-benar siap digunakan masyarakat.
Bukti Riset Kampus Bisa Menjawab Persoalan Nyata
Prestasi FerraCare menegaskan bahwa mahasiswa FK UNDIP mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus menghasilkan inovasi berbasis riset yang berorientasi pada penyelesaian masalah kesehatan masyarakat.
Inovasi ini turut mendukung upaya pembangunan berkelanjutan, memadukan solusi kesehatan dengan pemanfaatan limbah pangan secara lebih bertanggung jawab.
Baca juga: Gabungkan Teknologi dan Psikologi, Dua Mahasiswa Untag Ciptakan Chatbot Peduli Lingkungan

