Tiga Kali Juara Nasional, Siswi SLB Ini Kini Kuliah di ITB dengan Beasiswa Talenta Indonesia

CampusNet – Zhafira Luthfiadinda tidak pernah mendengar suara tepuk tangan saat namanya dipanggil sebagai juara. Dinda, sapaan akrabnya, justru membuktikan bahwa kondisinya tidak menghalanginya menorehkan prestasi tiga kali berturut-turut di tingkat nasional.

Siswi SLB Tunarungu Santi Rama ini kini resmi menjadi mahasiswi Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (FSRD ITB) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), sekaligus penerima Beasiswa Talenta Indonesia dari Puspresnas dan LPDP.

Bakat yang Tumbuh dari Gambar

Dinda lahir sebagai penyandang disabilitas tuli. Kedua orang tuanya merespons kondisi tersebut dengan cara yang sederhana namun berdampak besar. Mereka mengajaknya berkomunikasi lewat gambar sejak kecil, dan dari kebiasaan itulah bakat seni Dinda perlahan tumbuh.

Perjalanannya tidak langsung mulus. Saat pertama kali mengikuti lomba desain grafis, ia belum berhasil menang. Kegagalan itu ia jadikan ruang belajar, bukan alasan untuk berhenti.

Tiga Tahun Berturut-turut di Panggung Nasional

Konsistensi Dinda kemudian berbicara. Pada 2022, ia meraih Juara II Ajang Kreasi dan Apresiasi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (AKAPDBK) cabang Desain Grafis.

Prestasinya berlanjut di Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N). Dinda meraih Juara I cabang Desain Grafis pada FLS2N 2023, Juara I cabang Cipta Komik Strip pada FLS2N 2024, dan Juara II cabang Melukis pada FLS3N 2025.

Ilmu yang Dibagikan ke Adik Kelas

Bagi Dinda, prestasi bukan tentang mengumpulkan penghargaan. Selama bersekolah di SLB Santi Rama, ia aktif mendampingi adik kelasnya dalam desain grafis, komik strip, dan melukis.

“Motivasi terbesar saya adalah membuktikan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang, melainkan pendukung untuk berkembang,” ujar Dinda.

Menurutnya, ilmu akan semakin berkembang ketika dibagikan kepada orang lain.

Prestasi yang Membuka Jalan ke ITB

Deretan prestasi nasional tersebut mengantarkan Dinda diterima di FSRD ITB melalui jalur SNBP. Capaian itu sekaligus membukakan pintu Beasiswa Talenta Indonesia, program yang Puspresnas inisiasi bersama LPDP sebagai bagian dari Manajemen Talenta Nasional.

Program ini hadir untuk memastikan talenta berprestasi mendapat akses pendidikan tinggi secara berkelanjutan, termasuk bagi penyandang disabilitas yang selama ini kerap menghadapi lebih banyak hambatan dalam perjalanan akademiknya.

Ruang Kreatif Inklusif yang Ingin Dinda Wujudkan

Dinda tidak berhenti pada pencapaian hari ini. Ia ingin membangun ruang kreatif yang inklusif bagi penyandang disabilitas tuli, menjadi mentor bagi generasi muda, serta mendorong akses pendidikan yang lebih ramah di perguruan tinggi, termasuk ketersediaan juru bahasa isyarat.

Kepada sesama anak muda, ia menitipkan pesan yang sederhana.

“Semangat untuk teman-teman semua. Jangan pernah putus asa dan teruslah kejar cita-citamu,” pesan Dinda.

Baca juga: Inspirasi Ikfi: Wisudawan Unair Penerima KIP Kuliah yang Raih Beasiswa S2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok