CampusNet – Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus meluas. Data terbaru mencatat sebanyak 431 santri menjadi korban usai mengonsumsi paket makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Para korban terpaksa dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan dan rumah sakit di wilayah Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
Kronologi Kasus Keracunan MBG di Pesantren Sidoarjo
Peristiwa ini bermula ketika para santri mengonsumsi paket makanan MBG pada waktu makan siang. Namun, beberapa jam berselang atau sekitar pukul 16.00 WIB, sejumlah santri mulai mengeluhkan gejala medis secara bersamaan.
Para santri mengalami gejala seperti pusing, mual hebat, hingga muntah massal. Jumlah santri yang mengeluhkan gejala serupa terus membengkak hingga malam hari, sehingga evakuasi medis dilakukan secara bertahap menggunakan puluhan ambulans.
500 Santri Dirawat di Berbagai Rumah Sakit
Dinas Kesehatan dan Posko Penanganan Darurat mencatat jumlah korban terdampak mencapai sekitar 500 santri. Korban penanganan medis tersebar di beberapa rumah sakit rujukan, di antaranya:
- RSUD RT Notopuro Sidoarjo
- RS Siti Hajar
- RS Delta Surya
- Sejumlah puskesmas terdekat di wilayah Tanggulangin dan sekitarnya
Pihak penanggung jawab medis memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan penstabilan kondisi dan tidak ada penambahan korban jiwa dalam insiden ini.
Operasional Dapur Penyedia MBG Dihentikan Sementara
Menanggapi lonjakan kasus keracunan ini, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas dengan menghentikan sementara (suspend) operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Dapur tersebut merupakan pihak yang memproduksi dan mendistribusikan paket makanan MBG ke Ponpes Manba’ul Hikam.
Penghentian dilakukan sampai proses investigasi dan evaluasi standar keamanan pangan selesai dijalankan.
Polisi dan Dinkes Uji Laboratorium Sampel Makanan
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sidoarjo bersama Dinas Kesehatan Sidoarjo telah mengamankan barang bukti di lokasi kejadian. Petugas mengambil sampel sisa makanan paket MBG serta sampel muntahan korban untuk dilakukan uji laboratorium forensik.
Pemeriksaan laboratorium ini dilakukan guna mengetahui kandungan zat atau bakteri yang menjadi penyebab pasti keracunan massal ratusan santri tersebut. Kasus ini masih dalam penanganan intensif pihak kepolisian dan pemerintah daerah setempat.

