Sarung Tangan Pintar untuk Pasien Stroke, Inovasi Mahasiswa FKUI Raih People’s Choice Award di Singapura

CampusNet – Tim mahasiswa lintas universitas yang dikomandoi tiga mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) berhasil meraih People’s Choice Award dalam NUS Medical Grand Challenge 2026. Ajang bergengsi yang diselenggarakan Yong Loo Lin School of Medicine, National University of Singapore ini berlangsung pada 15 Agustus 2026 di Grand Copthorne Waterfront Hotel, Singapura.

Penghargaan tersebut mereka raih lewat OvaCare, platform neurorehabilitasi pascastroke yang menggabungkan teknologi smart glove berbiaya rendah dengan sistem terapi berbasis gamifikasi dan pemantauan jarak jauh.

Solusi Rehabilitasi dari Kolaborasi Lintas Disiplin

OvaCare dikembangkan oleh tim yang terdiri dari delapan mahasiswa dengan latar belakang berbeda. Tiga mahasiswi FKUI angkatan 2024, Regina Caeli Santoso, Nakeisha Jovita Purnomo, dan Keisha Rochelline Simorangkir, berkolaborasi dengan Michael Purnama dari FK UNAIR, Lionel Andres Djaya Saputra dari Fakultas Teknik UI, Samuel Alexander dari School of Computer Science BINUS University, Thian Celine Iskandar dari Electrical and Mechanical Engineering University of Edinburgh, serta Jordan Noah Suryadinata dari International Business Chinese Enterprise CUHK.

Tim mendapat bimbingan langsung dari Dr. Steven Setiono, Sp.KFR, Subsp.NM(K) dan Dr. dr. Listya Tresnanti Mirtha, Sp.KO., Subsp.APK(K), MARS.

Cara Kerja OvaCare

OvaCare dirancang untuk menjawab keterbatasan rehabilitasi pascastroke konvensional yang kerap mahal dan sulit diakses.

Smart glove yang tim kembangkan dilengkapi sensor dan Inertial Measurement Unit (IMU) untuk merekam berbagai parameter gerakan tangan, mulai dari fleksi jari, kekuatan genggaman, orientasi tangan, hingga pola gerakan. Data tersebut kemudian digunakan untuk menilai lima aspek motorik yang relevan secara klinis, yaitu kekuatan, rentang gerak, akurasi, presisi, dan kelancaran gerakan.

Hasil rekaman tersebut terintegrasi ke dalam berbagai permainan rehabilitasi interaktif yang dilengkapi umpan balik langsung, tingkat kesulitan adaptif, dan leaderboard. Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan motivasi pasien sekaligus mendukung pemulihan melalui mekanisme neuroplastisitas.

Seluruh data performa pasien tersinkronisasi otomatis ke platform cloud yang aman, sehingga terapis dapat memantau perkembangan pasien dari jarak jauh melalui clinician dashboard yang terintegrasi.

Penghargaan yang Bukan Titik Akhir

Regina Caeli Santoso mewakili tim menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus melangkah.

“Penghargaan ini bukan akhir dari perjalanan kami, tetapi awal untuk terus mengembangkan OvaCare agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pasien stroke,” ujar Regina.

Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Anna Rozaliyani, M.Biomed., Sp.P(K), turut mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, OvaCare membuktikan bahwa mahasiswa FKUI mampu menghadirkan solusi berbasis sains yang berdampak nyata bagi pasien.

“Kami bangga melihat mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang berpotensi memberikan manfaat nyata bagi pasien,” ujar Prof. Anna.

Tim berharap OvaCare kelak berkembang menjadi solusi rehabilitasi yang terjangkau dan dapat diakses oleh pasien stroke di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Baca juga: Mahasiswa UMS Sulap Limbah Bulu Ayam dan Cangkang Telur Jadi Panel Dinding Kedap Suara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok