Alat Peringatan Dini Banjir Karya Dosen PNC Raih AKRP Jateng 2026

CampusNet – Tiga dosen Politeknik Negeri Cilacap (PNC) berhasil menciptakan alat peringatan dini banjir yang dapat membantu warga menghadapi bencana. Inovasi tersebut meraih Anugerah Karya Riset Pembangunan (AKRP) Jawa Tengah 2026. Ketiga dosen tersebut adalah Erna Alimudin, Arif Sumardiono, dan Zaenurrohman. Mereka mengembangkan sistem pemantau banjir menggunakan beberapa sensor dan jaringan komunikasi khusus.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyerahkan penghargaan itu di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (15/10/2026). Acara tersebut merupakan bagian dari Gelar Karya Riset Pembangunan dan Menulis Berdampak 2026.

Menariknya, teknologi karya dosen PNC ini mampu memberikan peringatan sekitar 90 hingga 120 menit sebelum banjir mencapai permukiman dalam kondisi tertentu.

Alat Peringatan Dini Banjir PNC Bantu Warga Bersiap

Jarak Terukur Pada Sensor

Tim dosen PNC mengembangkan alat peringatan dini banjir untuk membantu masyarakat di wilayah rawan bencana. Salah satu daerah sasarannya adalah Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap. Wilayah tersebut kerap mengalami banjir akibat luapan Sungai Tipar. Bahkan, banjir bisa terjadi meskipun kawasan permukiman tidak mengalami hujan deras. Karena itu, tim peneliti merancang sistem yang mampu memantau perubahan ketinggian air sungai secara otomatis.

Alat ini menggunakan sensor yang terhubung dengan sirene dan layar informasi digital. Ketika air mencapai batas tertentu, sistem akan mengaktifkan alarm sebagai tanda bahaya.

Sebagai contoh, petugas dapat menetapkan batas siaga pada ketinggian 120 sentimeter. Jika air mencapai angka tersebut, sirene akan berbunyi dan layar LED menampilkan pesan peringatan.

Dengan demikian, warga memiliki kesempatan untuk bersiap dan melakukan evakuasi lebih awal. Namun, perkiraan waktu siaga tetap bergantung pada kondisi sungai dan kecepatan kenaikan air.

Tetap Berfungsi Saat Listrik Padam

Selain memberikan peringatan, alat buatan dosen PNC memiliki sistem komunikasi yang dirancang untuk menghadapi gangguan jaringan.

Tim peneliti menggunakan teknologi topologi bintang untuk menghubungkan sedikitnya tiga stasiun pemantau. Setiap stasiun bertugas mengumpulkan dan mengirimkan informasi kondisi sungai. Sistem tersebut memadukan komunikasi LoRa (Long Range) dan GSM. Jika salah satu titik mengalami gangguan koneksi, stasiun lain tetap dapat mengirimkan data melalui jalur yang tersedia.

Tak hanya itu, setiap stasiun menggunakan panel surya dan baterai sebagai sumber listrik mandiri.

Berkat sistem tersebut, alat tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan listrik umum. Fitur ini penting karena pemadaman listrik sering menjadi kendala saat terjadi bencana.

Pantau Kondisi Sungai Melalui Lima Sensor

Alat peringatan dini banjir ini juga memiliki lima jenis pengukuran lingkungan. Kelimanya membantu petugas memahami perubahan kondisi di sekitar sungai. Sensor tersebut memantau ketinggian air, curah hujan, kecepatan angin, suhu udara, dan kelembapan.

Selanjutnya, sistem mengirimkan data secara otomatis setiap satu menit. Petugas dapat melihat informasi tersebut melalui dashboard digital berbasis Geographic Information System (GIS). Melalui dashboard ini, petugas bisa memantau tren kenaikan air dan mengenali kawasan rawan banjir.

Informasi tersebut juga dapat mendukung kegiatan BPBD dan lembaga kebencanaan lainnya. Dengan data yang lebih cepat, petugas dapat menyusun langkah penanganan sesuai situasi lapangan.

Inovasi Dosen PNC Raih Penghargaan Jawa Tengah

Keberhasilan tim dosen PNC dalam ajang AKRP Jateng 2026 menjadi pencapaian penting bagi dunia riset perguruan tinggi. Ajang tersebut menghimpun 609 karya riset dan 263 naskah artikel. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan 51 policy brief sebagai bahan rekomendasi kebijakan daerah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya penelitian sebagai dasar pembangunan. Menurutnya, hasil riset dapat membantu pemerintah menciptakan terobosan sekaligus mengurangi risiko berbagai program.

Sementara itu, inovasi tim PNC telah memperoleh Sertifikat Paten Indonesia Nomor IDP000011108. Teknologi ini juga mencapai Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) Level 7. Tingkat tersebut menunjukkan bahwa prototipe telah melalui pengujian pada lingkungan operasional.

Melalui inovasi ini, para dosen PNC menunjukkan bahwa penelitian kampus dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Pengembangan alat peringatan dini banjir tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan warga. Selain itu, teknologi ini membuka peluang penerapan sistem pemantauan banjir di wilayah rawan bencana lainnya.

Pantau terus Campus Net untuk mendapatkan informasi seputar beasiswa, dunia perkuliahan, pendidikan, dan info menarik lainnya bagi generasi muda Indonesia!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *