Sempat Putus Sekolah, Saryono Kini Raih Gelar Doktor di UNY

CampusNet – Kisah inspiratif Saryono menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan akhir dari perjalanan pendidikan. Pria yang pernah putus sekolah saat duduk di bangku SMP dan bekerja sebagai tukang kebun ini berhasil raih gelar doktor di UNY pada usia 40 tahun. Ia menyelesaikan pendidikan S3 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95. Saryono merupakan lulusan Program Doktor Pendidikan Kewarganegaraan (PKNH), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNY. Pencapaian tersebut menjadi hasil dari perjalanan panjang yang dilaluinya untuk kembali menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi.

Pernah Putus Sekolah dan Bekerja sebagai Tukang Kebun

Saryono merantau ke Jakarta ketika masih duduk di kelas II SMP. Pada masa itu, ia harus meninggalkan bangku sekolah dan bekerja sebagai tukang kebun untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kondisi tersebut membuatnya tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Meski demikian, keinginannya untuk kembali belajar tidak pernah benar-benar hilang.

Saryono kemudian mencari kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur kesetaraan. Ia menempuh program Paket B dan Paket C hingga berhasil menyelesaikan pendidikan setara SMP dan SMA. Setelah menyelesaikan pendidikan kesetaraan, Saryono melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana, magister, hingga doktor. Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa kesempatan untuk memperoleh pendidikan tetap terbuka bagi siapa pun yang memiliki kemauan untuk terus belajar.

Berjuang Membagi Waktu antara Kuliah, Pekerjaan, dan Keluarga

Perjalanan Saryono meraih gelar doktor tidak terlepas dari berbagai tantangan. Selama menjalani pendidikan, ia harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan kewajiban akademik. Ketiga tanggung jawab tersebut menuntutnya untuk mengatur waktu dengan cermat. Bahkan, Saryono harus mengorbankan waktu istirahat malam untuk menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan.

Meski menghadapi kesibukan yang tidak mudah, ia tetap berusaha menyelesaikan pendidikan. Dukungan keluarga menjadi salah satu sumber kekuatan yang membantunya melewati berbagai tantangan selama proses studi. Selain itu, keinginannya untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui bidang pendidikan turut menjadi motivasi untuk terus melanjutkan perjalanan akademiknya.

Raih Gelar Doktor di UNY dengan IPK 3,95

Setelah melalui perjalanan panjang, Saryono berhasil menyelesaikan pendidikan doktor di UNY dalam waktu 36 bulan 28 hari atau sekitar tiga tahun. Ia meraih gelar doktor pada usia 40 tahun dengan IPK 3,95. Pencapaian tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pendidikannya yang dimulai dari kondisi penuh keterbatasan. Keberhasilan Saryono menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan sebelumnya tidak selalu menentukan sejauh mana seseorang dapat berkembang. Kesempatan untuk belajar dapat terus diperjuangkan melalui berbagai jalur pendidikan yang tersedia.

Pelajaran dari Kisah Inspiratif Mahasiswa UNY Raih Gelar Doktor

Kisah inspiratif Mahasiswa UNY ini memberikan pelajaran bahwa pendidikan membutuhkan kemauan untuk terus belajar, bahkan ketika seseorang menghadapi keterbatasan. Perjalanannya juga menunjukkan pentingnya konsistensi dalam mengejar tujuan yang ingin dicapai. Kini, gelar doktor yang diraihnya menjadi awal baru bagi Saryono untuk mengembangkan ilmu dan memberikan kontribusi lebih luas melalui bidang pendidikan.

Baca Juga: Dari Kuli Bangunan ke Kampus Biru: Kisah Inspiratif Alfath, Mahasiswa Berprestasi UGM 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *