Haru! Istri Wakili Almarhum Suami Terima Gelar Doktor Anumerta ITB

CampusNet – Momen mengharukan mewarnai prosesi wisuda Institut Teknologi Bandung (ITB) periode Oktober 2026. Seorang istri bernama Amalia hadir mewakili mendiang suaminya, Achmad Syaiful Latif atau Kang Ipul, yang meninggal dunia sebelum sempat mengikuti wisuda.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Ipul mendapat gelar Doktor Anumerta ITB sebagai bentuk pengakuan atas perjalanan akademiknya. Penghargaan ini menjadi penanda pencapaian pendidikan yang tidak sempat ia rayakan secara langsung.

Wisuda Pertama ITB Tahun Akademik 2026/2027 berlangsung pada 28–31 Oktober 2026. Acara tersebut menjadi momen kelulusan bagi ribuan mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Perjalanan Kang Ipul Menempuh Pendidikan S1 hingga S3 di ITB

Achmad Syaiful Latif dikenal sebagai sosok yang memiliki semangat tinggi dalam menempuh pendidikan. Kang Ipul menjalani perjalanan akademiknya di ITB sejak program Sarjana (S1). Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan Magister (S2) hingga menempuh program Doktor (S3) di kampus yang sama.

Namun, perjalanan tersebut harus terhenti ketika Kang Ipul meninggal dunia menjelang pelaksanaan wisuda. Meski tidak dapat menghadiri hari kelulusannya, perjuangan akademik Kang Ipul tetap memperoleh penghargaan dari pihak kampus.

Berjuang Melawan Diabetes Tipe 1 Sejak Usia Delapan Tahun

Di balik perjalanan pendidikannya, Kang Ipul memiliki riwayat kesehatan yang tidak mudah. Berdasarkan unggahan akun Instagram @santosoim pada 1 November 2026, Kang Ipul telah didiagnosis diabetes tipe 1 sejak berusia delapan tahun. Sejak kecil, ia harus menjalani pengobatan dengan suntikan insulin sebagai bagian dari kesehariannya.

Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan keinginannya untuk terus belajar. Kang Ipul tetap melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor di ITB. Perjalanan hidupnya memperlihatkan bagaimana ia mempertahankan semangat menuntut ilmu di tengah tantangan kesehatan yang dihadapi.

Istri Mewakili Suami dalam Momen Wisuda ITB 2026

Kehadiran Amalia dalam prosesi wisuda menjadi bagian yang menyentuh dari kisah ini. Ia hadir menggantikan sang suami yang telah tiada untuk menerima penghargaan akademik yang diberikan ITB. Momen tersebut bukan sekadar penyerahan gelar, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan Kang Ipul selama menempuh pendidikan.

Meski tidak dapat merayakan kelulusannya bersama sang istri, pencapaian akademik Kang Ipul tetap mendapat pengakuan. Kisah tersebut juga menjadi pengingat bahwa di balik sebuah gelar akademik, terdapat proses panjang yang melibatkan usaha, pengorbanan, dan dukungan keluarga.

Apa Itu Gelar Doktor Anumerta ITB?

Gelar anumerta merupakan gelar akademik yang dapat diberikan kepada mahasiswa setelah meninggal dunia, dengan persyaratan tertentu. Berdasarkan Peraturan Rektor ITB Nomor 29/IT1.A/PER/2025 Pasal 56, gelar anumerta dapat diberikan kepada mahasiswa yang meninggal ketika masih terdaftar dan telah memenuhi sebagian besar persyaratan kelulusan.

Khusus jenjang doktor, mahasiswa harus telah menyelesaikan seluruh mata kuliah dan memiliki draf disertasi atau hasil riset yang signifikan.

Selain itu, pemberian gelar harus melalui proses pengajuan dan persetujuan sesuai aturan akademik ITB. Penghargaan tersebut kemudian dapat diserahkan kepada perwakilan keluarga dalam prosesi wisuda.

Dengan demikian, gelar Doktor Anumerta yang diberikan kepada Kang Ipul menjadi pengakuan atas perjalanan pendidikan yang telah ditempuhnya. Kisah Kang Ipul meninggalkan pesan tentang ketekunan dalam mengejar pendidikan. Meskipun ia tidak lagi hadir, pencapaian akademik dan semangat belajarnya tetap menjadi bagian dari kenangan keluarga serta lingkungan kampus.

Pantau terus Campus Net untuk mendapatkan informasi seputar beasiswa, dunia perkuliahan, pendidikan, dan info menarik lainnya bagi generasi muda Indonesia!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *