Amerika Serikat dan Israel Menyerang Universitas Ternama di Iran, Keadaan Perang Semakin Memanas

CampusNet –  Pada tanggal 6 April di hari Senin, Amerika Serikat dan Zionis Israel menyerang Sharif University of Technology, yang merupakan salah satu universitas teknologi ternama di Iran yang mutunya seringkali disandingkan dengan MIT (Massachusetts Institute of Technology) di Amerika Serikat, bahkan Sharif University masuk ke dalam daftar 100 Universitas terbaik di dunia dalam bidang teknik sipil.

Universitas ini juga merupakan pusat riset dari AI dan komputer sains terbesar di Iran; yang membuat rektor dari Universitas Sharif percaya bahwa alasan utama penyerangan yang dilakukan kubu Zionis ialah; ketidakinginan mereka terhadap Iran untuk mengakses teknologi yang maju dan canggih.

Namun Sharif University bukanlah satu-satunya Universitas Iran yang diserang oleh Amerika Serikat-Israel. Menurut Menteri Sains, Riset dan Teknologi Hossein Simaei-Sarraf, sudah sekitar 30 Universitas Iran yang dibombardir oleh Amerika Serikat dan Israel sejak awal perang. Penyerangan terhadap Universitas tersebut telah memakan kurang lebih 5 professor dan 60 Mahasiswa, sebagai korban jiwa atas kebengisan kubu Zionis.

Sampai detik ini tidak ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat dan Israel atas alasan penyerangan mereka terhadap kampus-kampus tersebut, yang merupakan bagian dari infrastruktuk sipil. Dimana dalam Konvensi Jenewa, penyerangan terhadap fasilitas sipil merupakan sebuah kejahatan perang. Namun, Amerika Serikat-Israel sendiri nampak tidak akan memberhitkan penyerangan mereka dalam waktu dekat.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sendiri mengucapkan bahwa “a whole civilisation will die tonight” atau “keseluruhan peradaban akan luluh lantah malam ini” di Iran. Yang kemudian diikuti oleh serangan kepada berbagai fasilitas sipil lainnya di tanah Iran. Hal tersebut dapat menjadi indikasi keberlanjutan perang antar Iran dan Amerika Serikat – Zionis Israel.

Iran sendiri sudah memiliki rencana untuk membuka kembali selat Hormuz secara kesuluruhan, namun dengan syarat Iran akan menerapkan biaya kepada setiap kapal yang lewat. Tujuan daripada itu ialah untuk membangun kembali fasilitas publik yang telah diluluh lantahkan oleh kubu Zionis, dengan uang yang terkumpul dari setiap kapal yang melintas.

Baca Juga: Kampus Sains Iran Jadi Sasaran Serangan Israel-AS, Konflik Bergeser ke Dunia Akademik


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok