CampusNet – Institut Teknologi Bandung bersama Southwest Jiaotong University resmi menghadirkan program pengembangan pendidikan transportasi dan perkeretaapian bertajuk Tianyou-Djuanda Excellent Engineers College.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Rektor ITB Tatacipta Dirgantara dan President SWJTU Yan Xuedong dalam agenda “Signing Ceremony for the Overseas Tianyou Railway Institutes” yang berlangsung di Chengdu, Tiongkok, pada 15 Mei 2026.
Fokus Pengembangan Pendidikan dan Riset Transportasi
Program yang dirintis Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB bersama SWJTU ini difokuskan pada penguatan pendidikan, riset, dan pengembangan talenta di bidang rekayasa transportasi serta perkeretaapian tingkat magister.
Rektor ITB Tatacipta Dirgantara mengatakan implementasi awal kerja sama tersebut diwujudkan melalui Program Double Degree Master bidang Kereta Api.
“Program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik, riset, dan pengembangan sumber daya manusia di sektor transportasi rel,” ujarnya dikutip dari Antara, Sabtu (23/5).
Makna Nama Tianyou-Djuanda
Nama Tianyou-Djuanda diambil dari dua tokoh besar di bidang teknik dan transportasi dari Tiongkok dan Indonesia. Zhan Tianyou dikenal sebagai pelopor pembangunan jalur kereta api modern pertama di Tiongkok tanpa bantuan asing.
Sementara itu, Djuanda Kartawidjaja merupakan alumnus Technische Hoogeschool te Bandoeng atau kini ITB angkatan 1929 yang berperan penting dalam pengambilalihan Jawatan Kereta Api Republik Indonesia pada awal kemerdekaan. Djuanda juga pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan hingga Perdana Menteri Republik Indonesia.
Perkuat Kolaborasi Indonesia-Tiongkok
Kerja sama ini menjadi kelanjutan hubungan akademik antara ITB dan SWJTU yang sebelumnya telah terjalin melalui berbagai program, mulai dari China–Indonesia Joint Meeting on Science and Technology, pertukaran mahasiswa, riset bersama, hingga kunjungan akademik kedua kampus.
Kehadiran Excellent Engineers College diharapkan mampu mencetak insinyur masa depan yang memiliki kapasitas global, inovatif, serta mampu menjawab tantangan pembangunan transportasi berkelanjutan.
Sebagai salah satu universitas terkemuka di bidang transportasi dan perkeretaapian, SWJTU memiliki sejarah panjang dalam pengembangan teknologi transportasi modern di Tiongkok.
Melalui kolaborasi ini, ITB juga memperkuat komitmennya dalam memperluas jejaring internasional, mendorong inovasi teknologi, serta meningkatkan kontribusi Indonesia dalam pengembangan ekosistem transportasi dan infrastruktur global.
Pejabat yang Hadir dalam Penandatanganan
Dalam acara penandatanganan kerja sama tersebut turut hadir Dekan FTMD ITB Hermawan Judawisastra, Wakil Dekan Akademik FTMD Pandji Prawisudha, serta Koordinator Program Yunendar Aryo Handoko.
Baca juga: BPJS Kesehatan Diusulkan Jadi Syarat Wajib Masuk Kuliah bagi Mahasiswa Baru

