CampusNet – BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB, BSD, Tangerang, pada Senin, 19 Oktober 2026. Kehadiran kampus ini menjadi bagian dari upaya BINUS University dalam mengembangkan pendidikan teknik yang selaras dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan industri global.
Mengusung konsep The New Home of Global Future Innovators, kampus baru BINUS ASO dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga didorong untuk melakukan eksperimen, menciptakan inovasi, dan mengembangkan solusi terhadap berbagai persoalan nyata.
Dilansir dari laman resmi BINUS University, pengembangan kampus tersebut juga bertujuan memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri sekaligus mempersiapkan lulusan teknik yang memiliki kompetensi internasional.
Kampus Baru BINUS ASO Dilengkapi Fasilitas Pembelajaran Modern
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, menjelaskan bahwa kehadiran kampus baru ini merupakan bentuk komitmen universitas dalam menghadirkan sistem pendidikan yang mampu mengikuti perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Menurutnya, pendidikan teknik masa depan membutuhkan pendekatan yang lebih luas dibandingkan pembelajaran konvensional. Mahasiswa perlu mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan melalui praktik, kerja sama, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, BINUS ASO menyediakan sejumlah fasilitas modern, mulai dari laboratorium, ruang pembelajaran, hingga area kolaborasi yang memungkinkan mahasiswa mengembangkan berbagai proyek.
Kampus ini juga menerapkan teknologi iPad-based mirroring dan interactive touch-screen system untuk menunjang proses pembelajaran yang lebih interaktif.
Selain itu, fasilitas kampus dilengkapi dengan Air Blaster Technology pada sejumlah area tertentu. Pengembangan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya BINUS ASO dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung aktivitas akademik dan inovasi mahasiswa.
Kembangkan Tangan Prostetik hingga Robot Berbasis Kecerdasan Buatan
Pengembangan teknologi menjadi salah satu fokus pendidikan di BINUS ASO School of Engineering. Hal ini terlihat dari sejumlah inovasi yang dihasilkan melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa.
Salah satu proyek yang dikembangkan adalah tangan prostetik untuk Oriza Viollinar, yang kehilangan tangan kanannya akibat kecelakaan. Teknologi tersebut dibuat melalui kerja sama dosen BINUS ASO, Yosica Mariana, bersama mahasiswa.
Pengembangan tangan prostetik ini menjadi contoh penerapan pengetahuan teknik untuk menghasilkan teknologi yang dapat membantu kebutuhan manusia.
Selain teknologi prostetik, BINUS ASO juga mengembangkan robot bernama Mirai yang memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Robot Mirai dirancang untuk membantu kegiatan penerimaan mahasiswa baru serta memberikan informasi mengenai lingkungan kampus kepada calon mahasiswa dan pengunjung.
Melalui teknologi percakapan suara berbasis AI, Mirai dapat merespons pertanyaan seputar kampus. Robot ini juga dikembangkan untuk mendukung kegiatan tur kampus dan pameran pendidikan.
Tidak hanya memiliki kemampuan berkomunikasi, Mirai turut dilengkapi sistem pemetaan, pengenalan posisi manusia, serta navigasi otonom yang memungkinkannya bergerak dan mengikuti keberadaan seseorang.
Kehadiran kedua inovasi tersebut menunjukkan penerapan ilmu teknik dalam berbagai bidang, mulai dari teknologi yang membantu aktivitas manusia hingga pengembangan robotika untuk layanan pendidikan.
Lokasi Kampus BINUS ASO Buka Peluang Kolaborasi dengan Industri
Lokasi kampus baru BINUS ASO di kawasan D-HUB BSD juga menjadi bagian dari strategi universitas dalam mendekatkan lingkungan akademik dengan dunia industri.
Kawasan Ekonomi Khusus tersebut menjadi tempat bagi berbagai perusahaan dan institusi yang bergerak di bidang teknologi serta sektor lainnya. Kondisi ini dinilai membuka peluang kerja sama antara perguruan tinggi dan pelaku industri.
Dekan BINUS ASO School of Engineering, Prof. Fergyanto E. Gunawan, menyampaikan bahwa keberadaan kampus di lingkungan yang dekat dengan perusahaan multinasional dapat mendukung terbentuknya kemitraan antara pendidikan tinggi dan dunia usaha.
Melalui kedekatan tersebut, BINUS ASO berharap mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih relevan dengan kebutuhan industri.
Pendekatan ini juga diarahkan untuk memperluas pemahaman mahasiswa terhadap penerapan teknologi di berbagai sektor, termasuk manufaktur, mobilitas, teknologi digital, dan keberlanjutan lingkungan.
Perkuat Kerja Sama Pendidikan Indonesia dan Jepang
Selain menekankan pembelajaran berbasis praktik, BINUS ASO School of Engineering turut mengembangkan pendidikan teknik melalui kolaborasi internasional bersama ASO College Group dari Jepang.
Kerja sama tersebut memadukan sistem pendidikan BINUS dengan pendekatan teknik Jepang yang menekankan ketelitian, kedisiplinan, keterampilan menghasilkan karya, dan perbaikan secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, mahasiswa BINUS ASO juga memiliki kesempatan mengikuti program pembelajaran langsung di Jepang.
Program tersebut memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman mengenai sistem pendidikan, perkembangan teknologi, serta budaya kerja dan praktik teknik di Jepang.
Takeshi Aso, CEO ASO College Group, menilai kehadiran kampus baru BINUS ASO dapat semakin memperkuat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam mempersiapkan tenaga ahli di bidang teknik.
Peresmian kampus baru ini menjadi langkah BINUS ASO dalam mengembangkan pendidikan yang menggabungkan pengetahuan akademik, penerapan teknologi, dan pengalaman internasional.
Dengan fasilitas pembelajaran modern serta dukungan kolaborasi industri, BINUS ASO berupaya mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan teknologi dan tantangan dunia kerja pada masa mendatang.
Pantau terus Campus Net untuk mendapatkan informasi seputar beasiswa, dunia perkuliahan, pendidikan, dan info menarik lainnya bagi generasi muda Indonesia!

