Strategi Memilih Jurusan UTBK SNBT: Jangan Terjebak Persentase Keketatan!

CampusNet – Memilih jurusan saat UTBK bukan sekadar melihat persentase keketatan. Banyak peserta masih keliru dengan menganggap jurusan dengan persentase kecil berarti lebih sulit ditembus. Padahal, strategi yang tepat justru harus mempertimbangkan skor UTBK tahun-tahun sebelumnya dan sistem pembobotan subtes.

1. Jangan Mengurutkan Jurusan Berdasarkan Keketatan

Banyak calon mahasiswa melihat jurusan dengan persentase rendah sebagai yang paling sulit. Padahal, hal ini bisa menyesatkan. Program D3/D4 di UI seperti Penyiaran Multimedia memiliki peminat sangat banyak, dengan persentase sekitar 1,03%. Sementara Teknik Elektro UI memiliki keketatan sekitar 5,5%.

Sekilas terlihat bahwa Penyiaran Multimedia lebih sulit. Namun kenyataannya, skor UTBK yang dibutuhkan belum tentu lebih tinggi dibanding Teknik Elektro.

2. Perhatikan Pembobotan Subtes UTBK

Dalam UTBK, setiap jurusan memiliki pembobotan subtes yang berbeda, seperti penalaran Umum, literasi, penalaran matematika.

Misalnya, jurusan teknik, lebih menekankan penalaran matematika. Jurusan sastra, lebih menekankan literasi. Jika kamu memilih jurusan yang berbeda rumpun. Maka peluang lolos bisa menurun karena pembobotannya tidak sejalan.

3. Skor Tinggi Belum Tentu Lolos

Banyak kasus peserta dengan skor tinggi justru tidak lolos, sementara yang skornya lebih rendah bisa diterima. Karena sistem seleksi tidak hanya melihat nilai rata-rata, tetapi disesuaikan dengan pembobotan jurusan kesesuaian kekuatan subtes dengan jurusan

4. D3 dan D4 Bisa Lebih Tinggi dari S1

Masih banyak yang mengira D3/D4 lebih mudah dari S1. Faktanya, tidak selalu demikian. D4 Manajemen Bisnis Pariwisata dan Manajamen Rekod Arsip di UI bisa memiliki skor UTBK lebih tinggi dibanding S1 di kampus lain. Rata-rata skor D3 UI bisa mencapai 670–680+ dan kor ini bahkan bisa lolos di S1 kampus lain.

5. Susun Strategi Urutan Jurusan dengan Tepat

Urutan pilihan jurusan sangat berpengaruh pada peluang lolos. Berikut strategi yang bisa disusun dengan tepat.

  • Pilih jurusan dengan peluang tertinggi berdasarkan data skor di pilihan pertama
  • Letakkan alternatif dengan peluang sedikit lebih rendah di pilihan berikutnya.

Memilih jurusan UTBK tidak bisa asal-asalan. Jangan terpaku pada persentase keketatan, gunakan data skor UTBK tahun sebelumnya, perhatikan pembobotan subtes, pilih jurusan yang serumpun, susun strategi urutan pilihan dengan matang,anfaatkan tools analisis jurusan.

Dengan strategi yang tepat, peluang lolos UTBK 2026 bisa jauh lebih besar, bahkan tanpa harus memiliki skor tertinggi.

Baca juga: Tips SNBT Efektif untuk Pejuang Gap Year

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *