UMJ Resmikan I-CHIP, Pusat Studi Kebijakan Kesehatan Berbasis Bukti Ilmiah

CampusNet – Universitas Muhammadiyah Jakarta resmi meluncurkan Indonesian Center for Health Evidence-Informed Policy (I-CHIP) sebagai pusat studi transdisiplin yang berfokus pada penguatan kebijakan kesehatan nasional berbasis bukti ilmiah. Peresmian lembaga tersebut dilakukan bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional.

Kehadiran I-CHIP menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan sektor kesehatan nasional. Lembaga ini diharapkan mampu menghadirkan rekomendasi kebijakan yang mengedepankan integritas moral, keadilan sosial, serta kepentingan masyarakat luas.

UMJ Dorong Peran Kampus dalam Kebijakan Publik

Dikutip dari ANTARA, Kamis (21/5). Rektor UMJ Ma’mun Murod Al Barbasy menilai perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Pembentukan I-CHIP disebut sebagai bentuk kebangkitan intelektual dan moral kampus dalam mengawal arah kebijakan kesehatan di Indonesia. Semangat Hari Kebangkitan Nasional juga dinilai relevan untuk memperkuat kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan kepentingan publik.

Fokus I-CHIP pada Transformasi Sistem Kesehatan

I-CHIP akan dikembangkan sebagai pusat studi kolaboratif yang melibatkan berbagai disiplin ilmu, jaringan nasional, serta mitra strategis lintas institusi. Fokus utama lembaga ini mencakup transformasi layanan kesehatan primer, pembiayaan kesehatan yang lebih adil, hingga penguatan ketahanan kesehatan nasional menghadapi perubahan iklim.

Selain itu, lembaga tersebut juga akan menyoroti pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan nasional agar Indonesia memiliki sistem kesehatan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Kebijakan Kesehatan Harus Berbasis Riset dan Kepentingan Publik

Direktur I-CHIP UMJ Arief Rosyid Hasan menyampaikan bahwa kebijakan kesehatan seharusnya dibangun berdasarkan data dan riset ilmiah yang kuat. Pendekatan tersebut dinilai penting agar kebijakan publik benar-benar berpihak kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan.

I-CHIP juga membawa semangat nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dengan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai instrumen pemberdayaan sosial. Pendekatan ini diwujudkan melalui riset, analisis data, dan rekomendasi kebijakan yang mendukung kesejahteraan masyarakat.

I-CHIP Kembangkan AI dan Big Data untuk Layanan Kesehatan

Ke depan, I-CHIP akan fokus pada pengembangan policy brief, policy modelling, riset spasial kesehatan, hingga survei nasional. Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau AI serta big data juga menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi layanan kesehatan di Indonesia.

Lembaga ini juga akan membangun konsorsium bersama berbagai kampus dan institusi strategis nasional untuk memperkuat ekosistem riset kebijakan kesehatan menuju visi Indonesia Emas 2045.

Peresmian I-CHIP turut dihadiri pejabat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, akademisi, profesor, peneliti muda, dan kalangan profesional di bidang kesehatan serta kebijakan publik.

Baca juga: 20 Universitas Paling Berprestasi 2026, UGM Peringkat 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *