UNESCO Tetapkan 12 Geopark Global Baru

CampusNet – UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB) baru saja resmi mengumumkan penetapan 12 UNESCO Global Geoparks baru. Penambahan ini memperluas jaringan pelestarian warisan geologi dunia yang menggabungkan konservasi alam dengan kesejahteraan masyarakat lokal di berbagai belahan dunia. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa situs-situs geologi yang memiliki nilai sejarah luar biasa tetap terjaga sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi warga sekitar.

Menariknya, dari daftar terbaru yang dirilis kali ini, terdapat dua lokasi yang berasal dari negara tetangga dekat Indonesia, yakni Malaysia, yang menunjukkan kekayaan alam Asia Tenggara di mata dunia. Selain Malaysia, Tunisia juga mencatatkan sejarah besar dengan menyumbangkan geopark global pertamanya dalam daftar prestisius ini. Kehadiran situs-situs baru ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang betapa pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan modern dan pelestarian alam yang sudah terbentuk selama jutaan tahun.

Mengapa Status UNESCO Global Geopark Begitu Penting?

Status Geopark Global bukan sekadar label untuk promosi pariwisata semata, melainkan bentuk pengakuan terhadap wilayah yang memiliki kekayaan warisan geologi bernilai internasional. Direktur Jenderal UNESCO menekankan bahwa setiap formasi batuan, fosil, dan bentang alam di dalamnya menceritakan kisah panjang evolusi planet Bumi dan peradaban manusia. Melalui status ini, UNESCO mendorong negara-negara untuk mengelola wilayah tersebut dengan konsep perlindungan lingkungan yang dipadukan dengan pendidikan serta pembangunan berkelanjutan.

Dalam satu dekade terakhir, Geopark Global telah terbukti mampu menjadi katalisator bagi kebangkitan komunitas lokal melalui pemberdayaan ekonomi kreatif dan ekowisata. Setiap situs diwajibkan untuk menempatkan masyarakat adat sebagai pusat dari pengelolaan wilayah agar kearifan lokal tetap terjaga di tengah arus globalisasi. Dengan demikian, warisan geologi tidak hanya menjadi benda mati yang dilindungi, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan ilmu pengetahuan yang terus hidup bagi generasi mendatang.

Menjelajahi Daftar 12 UNESCO Global Geopark Baru

Berikut adalah rincian mendalam mengenai situs-situs yang baru saja bergabung dalam jaringan eksklusif Geopark Global UNESCO:

1. Lenggong UNESCO Global Geopark (Malaysia)

Terletak di wilayah Perak, situs ini merupakan salah satu kawasan arkeologi terpenting di dunia karena menyimpan bukti sejarah kehidupan manusia yang sangat lengkap. Geopark ini memiliki urutan arkeologi terpanjang dan menjadi saksi bisu atas dampak jatuhnya meteorit yang terjadi sekitar 1,8 juta tahun yang lalu.

Selain nilai sejarahnya, kawasan ini juga menjadi rumah bagi berbagai keanekaragaman hayati tropis yang masih sangat terjaga hingga saat ini.

2. Sarawak Delta UNESCO Global Geopark (Malaysia)

Berlokasi di Sarawak Barat, geopark ini merekam jejak geologi Pulau Kalimantan atau Borneo yang telah terbentuk selama lebih dari 250 juta tahun silam. Wilayah ini dicirikan oleh sistem delta sungai yang luas dan menjadi tempat tinggal bagi etnis Bidayuh yang memiliki tradisi budaya unik, seperti tarian Elang yang melegenda.

Selain itu, ibu kotanya, Kuching, telah dikenal dunia sebagai Kota Gastronomi UNESCO berkat kekayaan kuliner tradisionalnya yang sangat beragam.

3. Changshan UNESCO Global Geopark (China)

Dikenal luas sebagai “museum geologi alami”, Changshan menawarkan pemandangan lapisan Bumi yang mencakup sejarah selama satu miliar tahun dalam satu lokasi. Kawasan pegunungan ini tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang megah, tetapi juga menjadi pusat kebudayaan sastra yang sudah eksis sejak zaman Dinasti Song.

Selain itu, masyarakat setempat sangat bergantung pada hasil bumi berupa jeruk Changshan dan minyak teh kamelia yang telah mendunia kualitasnya.

4. Mt Siguniang UNESCO Global Geopark (China)

Terletak di tepi timur Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, geopark ini menampilkan jajaran pegunungan spektakuler dengan puncak yang menjulang hingga ketinggian lebih dari 5.000 meter. Formasi geologinya memberikan wawasan ilmiah yang sangat penting mengenai proses tabrakan lempeng benua dan pengangkatan dataran tinggi Tibet di masa lampau.

Masyarakat Tibet Jiarong yang tinggal di sana masih aktif melaksanakan Festival Ziarah Gunung untuk menghormati legenda kuno tentang empat gadis suci.

5. Miné-Akiyoshidai Karst Plateau (Jepang)

Kawasan ini sangat terkenal dengan dataran tinggi karst Akiyoshidai yang memiliki jaringan gua batu kapur terdalam dan terluas di wilayah Jepang. Geopark ini menyimpan catatan fosil ekosistem laut purba dari 80 juta tahun lalu serta jejak kehidupan darat setelah terjadinya kepunahan massal di zaman Permian.

Menariknya, tembaga yang ditambang dari wilayah ini pada zaman dahulu digunakan untuk membuat Patung Buddha Besar di Nara yang kini menjadi Warisan Dunia.

6. Nisyros UNESCO Global Geopark (Yunani)

Nisyros merupakan sebuah pulau vulkanik aktif yang terletak di Laut Aegean dan menjadi salah satu sistem vulkanik termuda sekaligus paling aktif di Yunani. Daya tarik utamanya adalah kawah hidrotermal Stefanos yang mengeluarkan uap panas, memberikan pengalaman unik bagi para ilmuwan maupun wisatawan yang berkunjung.

Desa-desa di sekitarnya, seperti Nikia dan Mandraki, tetap mempertahankan keaslian arsitektur bangunan yang seluruhnya terbuat dari batu vulkanik hitam.

7. Terres d’Hérault UNESCO Global Geopark (Prancis)

Situs yang terletak di Prancis Selatan ini menampilkan sejarah geologi selama 540 juta tahun melalui pemandangan ngarai dalam dan batuan merah yang ikonik. Kawasan ini mencakup ratusan wilayah kecil yang masih melestarikan bahasa Occitan sebagai identitas budaya lokal mereka dalam berinteraksi sehari-hari.

Tradisi agraris seperti peternakan domba dan perkebunan anggur berkualitas tinggi menjadi urat nadi perekonomian masyarakat yang tinggal di wilayah geopark ini.

8. Joyce Country and Western Lakes (Irlandia)

Geopark ini menceritakan kisah perjalanan Bumi selama 700 juta tahun dan merupakan rumah bagi satu-satunya fjord yang ada di Irlandia, yaitu Killary Harbour. Sekitar 60 persen penduduk di kawasan ini masih menggunakan bahasa Irlandia sebagai bahasa utama, menjadikannya benteng pertahanan budaya Gaelik yang sangat kuat.

Selain pemandangan danau dan pegunungan, sistem gua batu kapur di wilayah timur menjadi daya tarik utama bagi para peneliti speleologi dunia.

9. Algarvensis UNESCO Global Geopark (Portugal)

Berada di wilayah Algarve yang indah, geopark ini menyimpan catatan geologi penting termasuk jejak deposit tsunami dahsyat akibat gempa bumi Lisbon tahun 1755. Di sini juga terdapat tambang garam Loulé yang merupakan titik terdalam di Portugal yang pernah dibuka secara resmi untuk kunjungan masyarakat umum.

Pemerintah setempat berupaya menyeimbangkan pariwisata pesisir yang ramai dengan mempromosikan diet Mediterania dan kerajinan tangan tradisional di desa pedalaman.

10. Toratau UNESCO Global Geopark (Rusia)

Geopark ini terletak di Republik Bashkortostan dan melindungi sisa-sisa terumbu karang raksasa purba yang dikenal dengan nama Shikhany di pegunungan Ural Selatan. Batuan di wilayah ini memiliki nilai ilmiah yang sangat tinggi karena mencatat sejarah evolusi Bumi dari satu miliar tahun yang lalu dengan sangat mendetail.

Masyarakat Bashkir yang tinggal di sekitarnya aktif mengembangkan program edukasi budaya untuk memperkenalkan masakan dan kerajinan khas mereka kepada dunia.

11. Dahar UNESCO Global Geopark (Tunisia)

Dahar mencatatkan sejarah sebagai geopark pertama di Tunisia dan merupakan situs ketiga yang diakui oleh UNESCO di seluruh benua Afrika hingga saat ini. Kawasan ini menampilkan lapisan batuan Mesozoikum dan menjadi saksi proses geologi saat terbukanya Great Rift sekitar 200 juta tahun yang lalu di masa silam.

Keunikan utamanya terletak pada cara manusia beradaptasi dengan gurun, seperti membangun rumah bawah tanah (troglodit) dan lumbung berbenteng yang sangat artistik.

12. Manantiales Serranos (Uruguay)

Terletak di Departemen Lavalleja, geopark ini didominasi oleh batuan metamorf yang merekam jejak pecahnya benua purba Gondwana jutaan tahun yang lalu. Wilayah ini sangat vital bagi kehidupan penduduk Uruguay karena menjadi sumber air minum utama bagi lebih dari 60 persen total populasi negara tersebut.

Masyarakat setempat memilih nama “Manantiales Serranos” yang berarti Mata Air Pegunungan sebagai bentuk penghargaan terhadap kekayaan sumber daya alam mereka.

Kesimpulan

Penetapan 12 geopark baru ini menegaskan kembali betapa pentingnya kerja sama internasional dalam menjaga warisan Bumi agar tidak hilang ditelan zaman. Bagi para traveler dan pecinta alam, daftar ini bisa menjadi referensi destinasi wisata edukasi yang menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan destinasi wisata pada umumnya.

Terutama bagi masyarakat Indonesia, keberadaan dua geopark baru di Malaysia memberikan kesempatan mudah untuk mempelajari warisan geologi dunia tanpa harus bepergian terlalu jauh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok