CampusNet – Universitas Indonesia kembali meraih predikat Perguruan Tinggi paling Berkelanjutan di Indonesia dalam UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026. Penganugerahan berlangsung di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada 15 September 2026.
Selain menempati posisi pertama secara nasional, UI meraih dua penghargaan tambahan, yaitu Perguruan Tinggi Paling Berkelanjutan Bidang Tata Kelola Limbah dan Bidang Tata Kelola dan Digitalisasi.
Sepuluh Kampus Terbaik Tahun Ini
Pemeringkatan nasional 2026 menempatkan UI di posisi pertama, diikuti Universitas Diponegoro di posisi kedua dan UGM di posisi ketiga. Universitas Negeri Semarang menempati posisi keempat, Universitas Sebelas Maret kelima, Universitas Padjajaran keenam, Universitas Airlangga ketujuh, UIN Raden Intan Lampung kedelapan, Telkom University kesembilan, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember kesepuluh.
Penghargaan per bidang terbagi ke beberapa kampus. UGM meraih penghargaan Penataan Ruang dan Infrastruktur serta Pendidikan dan Riset. Universitas Diponegoro unggul di Energi dan Perubahan Iklim serta Transportasi. Telkom University meraih penghargaan Tata Kelola Air.
Apa yang Membuat UI Unggul?
Penghargaan Tata Kelola Limbah mencerminkan capaian UI dalam pengelolaan dan pengurangan limbah secara berkelanjutan di lingkungan kampus. Sementara penghargaan Tata Kelola dan Digitalisasi menunjukkan bagaimana UI memanfaatkan teknologi untuk memperkuat tata kelola institusi.
Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, menyebut capaian ini sebagai bagian dari transformasi UI yang lebih luas, bukan sekadar urusan lingkungan.
“Keberlanjutan merupakan bagian dari transformasi UI yang diwujudkan melalui tata kelola, pendidikan, riset, inovasi, dan kehidupan kampus. Penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan dorongan untuk menjadikan praktik berkelanjutan sebagai budaya serta memperluas kolaborasi dan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Heri.
Kampus sebagai Pengganda Perubahan
Kepala UI GreenMetric, Dr. Vishnu Juwono, menegaskan bahwa pemeringkatan ini bukan sekadar kompetisi antar kampus.
“Ketika praktik berkelanjutan yang diterapkan di kampus dibawa oleh mahasiswa, dosen, peneliti, dan alumni ke dalam masyarakat, dunia usaha, maupun pemerintahan, dampaknya dapat bergerak jauh melampaui pagar kampus. Inilah kekuatan universitas sebagai pengganda perubahan,” ujar Dr. Vishnu.
Rangkaian acara juga menghadirkan talkshow lintas sektor yang mempertemukan perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital, Bupati Sleman, perwakilan UGM, Kementerian Kehutanan, serta Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta untuk membahas sinergi kampus, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: Bukan dari Farmasi, Mahasiswa Psikolog UMS Ini Ciptakan Nanospray Penyembuh Luka Diabetes

