Dual Degree hingga Koneksi Industri, Ini Alasan XJTLU Diminati Pelajar RI

CampusNet – Mengapa 1.500 Pelajar Indonesia Memilih Kampus China-Inggris Ini? Ternyata Bukan Karena Ranking Xi’an Jiaotong-Liverpool University (XJTLU), universitas hasil kolaborasi China dan Inggris, semakin menarik perhatian pelajar Indonesia. Untuk tahun akademik yang dimulai pada September 2026, lebih dari 1.500 calon mahasiswa asal Indonesia tercatat mendaftar ke program sarjana kampus tersebut.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 38 persen dari total pendaftar internasional XJTLU. Saat ini, sekitar 700 mahasiswa Indonesia juga sedang menempuh pendidikan di kampus yang berlokasi di Suzhou, China tersebut, baik pada program sarjana, magister, program musim panas, maupun program bahasa Mandarin.

Jadi Tujuan Beasiswa Garuda

Popularitas XJTLU di Indonesia semakin meningkat setelah masuk dalam daftar perguruan tinggi tujuan Beasiswa Garuda 2026. Beberapa program studi yang tersedia melalui skema beasiswa tersebut antara lain Computer Science and Technology, Software Engineering, Electrical Engineering & Automation, hingga Material Science and Engineering. Meski belum masuk jajaran 10 atau 20 universitas terbaik dunia versi QS maupun Times Higher Education (THE), XJTLU memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya menjadi pilihan banyak pelajar Indonesia.

Daya Tarik Dual Degree

Salah satu alasan utama adalah sistem dual degree atau dua ijazah yang ditawarkan kampus ini. Lulusan XJTLU akan memperoleh gelar dari XJTLU yang diakui di China sekaligus gelar dari University of Liverpool di Inggris sebagai universitas induk. Alumnus XJTLU asal Indonesia, Tuty Julfa, mengaku memilih kampus tersebut karena peluang global yang ditawarkan melalui sistem pendidikan internasionalnya.

Menurutnya, dua ijazah yang diperoleh memberikan nilai tambah ketika kembali ke Indonesia maupun saat berkarier di tingkat internasional. Selain itu, pengalaman riset selama kuliah juga membantunya membangun portofolio profesional. Ia bahkan berhasil menghasilkan publikasi ilmiah di bidang kecerdasan buatan (AI) saat menyelesaikan tugas akhirnya.

Lingkungan Internasional dan Dekat Industri

Keunggulan lain yang dimiliki XJTLU adalah lingkungan internasional yang kuat. Kampus ini memiliki staf akademik dari sekitar 60 negara serta mahasiswa yang berasal dari lebih dari 100 negara. Keberagaman tersebut memungkinkan mahasiswa untuk belajar beradaptasi dengan budaya yang berbeda dan memperluas jaringan internasional sejak masa kuliah.

Di sisi lain, lokasi kampus yang berada di Suzhou Industrial Park (SIP), salah satu pusat ekonomi penting di China, membuat mahasiswa memiliki akses yang dekat dengan dunia industri. XJTLU bekerja sama dengan sekitar 300 perusahaan dan menghadirkan berbagai proyek berbasis permasalahan nyata industri sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh teori di kelas, tetapi juga pengalaman langsung dalam menyelesaikan tantangan yang dihadapi perusahaan.

Kuliah Berbahasa Inggris di China

Presiden Eksekutif XJTLU, Youmin Xi, menjelaskan bahwa seluruh proses pembelajaran di kampus dilakukan dalam bahasa Inggris. Model pendidikan ini memungkinkan mahasiswa internasional untuk mempelajari perkembangan China tanpa harus menghadapi hambatan bahasa dalam proses akademik.

Selain itu, mahasiswa juga memiliki kesempatan mempelajari bahasa Mandarin yang dapat menjadi nilai tambah saat memasuki dunia kerja global. Menurut Xi, fokus utama kampus bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis dan kebijaksanaan dalam menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat, termasuk perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Fokus pada Kualitas, Bukan Ranking

Menariknya, XJTLU mengaku tidak terlalu berorientasi pada peringkat universitas global. Pihak kampus menilai kualitas pendidikan, pengalaman belajar mahasiswa, dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja jauh lebih penting dibanding mengejar posisi dalam berbagai pemeringkatan internasional.

Pendekatan tersebut terbukti menghasilkan lulusan yang kompetitif. Hampir 90 persen lulusan sarjana XJTLU melanjutkan studi ke jenjang magister atau doktoral, sementara sebagian besar lainnya bekerja di perusahaan dan organisasi terkemuka. Bahkan, hampir setengah dari lulusan yang melanjutkan studi berhasil diterima di universitas-universitas papan atas dunia.

Dengan kombinasi sistem dual degree, lingkungan internasional, kedekatan dengan industri, dan fokus pada pengembangan kompetensi masa depan, tidak mengherankan jika XJTLU semakin menjadi pilihan favorit pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri.

Baca juga: UI Masuk 15 Besar Dunia di Emerald Excellence Awards 2026, Raih Dua Penghargaan Internasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *