Dampak Penggunaan AI Terhadap Kerusakan Lingkungan

CampusNet – Banyak orang menggunakan AI atau Artificial Intellegence dalam kehidupan sehari-hari karena dianggap memudahkan pekerjaan mereka. Tapi tahukah kamu? Di balik kemudahan itu, AI ternyata ikut andil terhadap kerusakan lingkungan.

Para peneliti menemukan fakta yang cukup mengejutkan. Yaitu, pusat data AI mengonsumsi listrik dalam jumlah raksasa. Bayangkan saja, satu pusat data butuh energi setara dengan ratusan rumah dalam satu tahun.

Universitas Colorado juga pernah melakukan penelitian menarik tentang hal ini. Mereka menemukan bahwa melatih satu model AI bisa menghasilkan emisi karbon besar yang jumlahnya setara dengan lima mobil yang beroperasi sepanjang hidup mereka.

Lalu ada masalah air juga, server AI menghasilkan panas yang luar biasa yang membuat perusahaan menggunakan air dalam jumlah besar untuk mendinginkan server-server tersebut.

Universitas California Riverside membuat perhitungan yang buat kita berpikir. Karena sekitar 10 sampai 50 pertanyaan ke ChatGPT menghabiskan 500 ml air. Jumlah itu sama seperti satu botol air minum yang biasa kita bawa ke sekolah.

Coba bayangkan jika jutaan orang bertanya ke AI setiap hari. Kita jadi ikut menghabiskan air yang seharusnya bisa dipakai untuk minum atau mandi, dimana di daerah yang sering kekeringan, ini jadi masalah yang serius.

Pembangunan pusat data AI ini juga mengorbankan lahan hijau. Karena para perusahaan teknologi membangun fasilitas besar mereka di lahan bekas pertanian atau hutan dan proses pembangunannya sendiri pun juga ikut mengeluarkan emisi karbon.

Belum lagi masalah limbah elektronik. Chip AI cepat sekali usang karena teknologi terus berkembang. Perusahaan pun rutin mengganti peralatan mereka setiap beberapa tahun saja. Hasilnya, limbah elektronik yang mengandung bahan beracun menumpuk dan karena limbah sulit untuk didaur ulang, limbah-limbah jadi sering berakhir di tempat pembuangan akhir. Hal tersebut sungguh bukan solusi yang ramah lingkungan.

Jadi mulai sekarang, kita sudah sepatutnya menggunakan AI dengan bijak dan berhenti menanyakan hal yang tidak penting ke AI, karena kita sudah belajar mengenai seberapa besar dampak yang bisa dihasilkan AI terhadap kerusakan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok