Kisah Inspiratif Rian: Mahasiswa S2 Teknik Sipil UI Sukses Raih Medali di Kejuaraan Sambo Asia 2026

Jakarta – Menyeimbangkan tuntutan akademik tingkat tinggi dengan karier sebagai atlet profesional bukanlah perkara mudah. Namun, Rian Hendris Saputra, mahasiswa Program Magister (S2) Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI), membuktikan bahwa batas kemampuan tersebut bisa dilampaui dengan kedisiplinan tingkat tinggi.

Di tengah kesibukannya merampungkan tugas akhir atau tesis, Rian berhasil menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Ia sukses membawa pulang medali perunggu dalam ajang bergengsi Asia and Oceania Sambo Championship 2026. Kejuaraan bela diri tersebut diselenggarakan oleh International Sambo Federation (FIAS) di Manila, Filipina, pada 25-28 Juni 2026.

Kisah sukses Rian menjadi bukti nyata bahwa prestasi akademik dan nonakademik dapat berjalan beriringan jika dikelola dengan komitmen yang kuat.

Perjuangan S2 Teknik Sipil dan Persiapan Kompetisi Asia

Sebagai mahasiswa semester akhir di Program Magister Teknik Sipil FT UI dengan peminatan Teknik Transportasi, Rian dihadapkan pada jadwal penulisan tesis yang sangat ketat. Pada saat yang sama, ia harus mempersiapkan diri untuk bersaing dengan lebih dari 500 atlet dari berbagai negara di kawasan Asia dan Oseania.

Tantangan terbesar yang dihadapi Rian adalah pembagian waktu. Di sela-sela kesibukan kuliahnya, ia dituntut untuk tetap menjaga performa fisik yang optimal. Strategi utamanya adalah memanfaatkan waktu di pagi hari sebelum beraktivitas atau di malam hari setelah urusan perkuliahan selesai untuk menjalani sesi latihan intensif.

Menurut Rian, peran ganda sebagai mahasiswa pascasarjana sekaligus atlet nasional justru membentuk karakter disiplin dan kemampuan manajemen waktu yang luar biasa dalam dirinya. Kunci dari keberhasilan ini adalah konsistensi, di mana ia menempatkan tesis dan latihan sebagai dua tanggung jawab yang sama-sama harus diselesaikan dengan performa terbaik.

Rekam Jejak Prestasi dan Pengalaman Bela Diri Rian

Prestasi Rian di Manila tidak datang secara instan. Minatnya pada dunia olahraga bela diri telah dipupuk sejak ia masih duduk di bangku sekolah melalui cabang olahraga gulat. Seiring berjalannya waktu, Rian terus memperluas keahliannya dengan mendalami disiplin judo dan tinju, sebelum akhirnya fokus menekuni sambo selama lima tahun terakhir.

Kombinasi pengalaman dari berbagai cabang bela diri inilah yang membentuk fondasi kokoh bagi Rian hingga ia dipercaya memperkuat Tim Nasional Sambo Indonesia. Sebelum berlaga di kejuaraan tingkat Asia, Rian juga telah mengukir prestasi gemilang di tingkat domestik dengan meraih medali emas sekaligus menjadi juara 1 nomor Combat Sambo pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 yang diadakan di Kudus, Jawa Tengah.

Di ajang Asia and Oceania Sambo Championship 2026, Rian membuktikan kapasitasnya dengan meraih medali perunggu pada nomor Combat Sambo kelas 79 kilogram.

Apresiasi Tinggi dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia

Keberhasilan Rian disambut hangat oleh civitas akademika Universitas Indonesia. Dekan Fakultas Teknik UI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, secara langsung menyampaikan apresiasi yang mendalam atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh mahasiswanya tersebut.

Prof. Kemas menyatakan bahwa capaian yang diraih Rian mencerminkan kualitas mahasiswa FT UI yang mampu berkembang secara seimbang, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Pihak fakultas juga berharap agar kisah perjuangan dan prestasi Rian ini dapat menjadi pemantik inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain untuk terus berkarya, mengembangkan potensi diri, dan mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.

Tips Menjaga Keseimbangan Akademik dan Prestasi ala Rian

Berdasarkan pengalaman Rian Hendris Saputra dalam membagi fokus antara tesis S2 di UI dan pelatnas sambo, berikut adalah beberapa tips penting yang bisa diterapkan:

  • Terapkan Skala Prioritas dan Jadwal Ketat: Manfaatkan waktu-waktu produktif di luar jam utama (seperti pagi buta atau malam hari) untuk mengejar ketertinggalan tugas atau latihan.
  • Jaga Ritme dan Konsistensi: Kesibukan tugas akhir bukan alasan untuk berhenti total dari kegiatan nonakademik. Kurangi durasi jika diperlukan, namun tetap jaga kontinuitasnya agar ritme tubuh tidak hilang.
  • Miliki Mentalitas Bertanggung Jawab: Anggap kedua bidang (akademik dan minat bakat) sebagai komitmen penuh yang harus dituntaskan secara maksimal tanpa mengorbankan salah satunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok