CampusNet – Gen Z saat ini sedang dihadapkan dengan fenomena psikologis yang sering disebut sebagai parasocial relationship. Hubungan ini terjadi ketika seseorang mencurahkan energinya baik dari emosional, waktu maupun perhatian kepada figur publik yang tidak mengenal dirinya.
Fenomena ini paling sering ditemui pada kalangan penggemar selebriti, influencer, gamer, atau kreator konten di media sosial. Namun, berbeda dengan hubungan nyata yang bersifat timbal balik, parasocial relationship berjalan searah.
Sebelum era digital, parasocial relationship juga terjadi terutama dengan bintang televisi atau film. Banyak yang merasa kedekatan secara personal dengan para host atau aktor favorit mereka, meskipun tidak pernah berinteraksi secara langsung.
Kini, fenomena ini bergeser mengara ke arah platform digital. Gen z banyak memiliki hubungan parasosial dengan YouTuber, TikToker, hingga para podcaster, yang mana para penggemar memiliki akses 24 jam dengan mereka, menciptakan hubungan parasosial yang lebih dalam.
Para peneliti terdahulu banyak menganggap bahwa hubungan parasosial adalah perilaku patalogis, dimana perilaku muncul akibat kesepian, isolasi diri atau anxiety.
Namun studi modern menyangkal hal tersebut, mereka menganggap bahwa tingkat kesepian dan intesitas parasosial tidak memiliki korelasi. Di studi ini, peniliti menganggap bahwa hubungan parasosial ini datang atas keinginan pribadi si penggemar.
Para individu yang menjalin parasocial relationship mengaku merasakan dukungan emosional dari kegiatan mereka. mereka merasa lebih nyaman dalam hubungan parasosial relationship karena tidak ada resiko seperti hubungan nyata.
Meskipun ada sekilas manfaat, parasocial relationship juga memiliki sisi buruknya, seperti menghabiskan waktu berlebihan hanya untuk idola mereka. dan merasa anxious jika tidak mendengar kabar dari sang idola.
Di luar negeri, kasus ekstreme pernah terjadi , seperti; Seorang penggemar sampai mengirim ancaman kepada pasangan idolanya atau bahkan sampai menyelundup masuk ke dalam rumah idola dengan alasan ingin bertemu.
Sisi buruk dari parasosial tersebut lah yang harus dihindari oleh para Gen Z. kita harus tetap bisa membedakan mana nyata atau hanya sebatas parasosial searah. Jika memilik idola, kita harus mengerti bahwa sebagai penggemar kita tidak sebaiknya mengaggumi secara berlebihan.
Baca Juga: Kajian Stress Pada Gen Z : Hal Yang Melatarbelakangi

